Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Rabu, 15 Juni 2011

PROSES PEMBELIAN


Proses Pembelian / Pengadaan
Setiap organisasi memiliki tujuan pembelian khusus, kebijakan, prosedur, struktur, organisasi, dan system. Pada prinsipnya, para pembeli bisnis berusaha memperoleh paket manfaat tinggi yang paling atas dari harga tawaran pasar. Tugas pemasar adalah menempatkan tawaran yang memberikan nilai pelanggan yang unggul kepada para pembeli sasaran.

Orientasi Pembelian
            Di masa lalu, departemen pembelian menduduki posisi rendah dalam hierarki manajemen, walaupun sering mengelola lebih dari separuh baya perusahaan. Tekanan persaingan akhir-akhir ini membuat banyak perusahaan meningkatkan departemen pembelian mereka dan menyejajarkan para administrator dengan peringkat wakil dirut.
            Departemen pembelian yang baru lebih berorientasi strategis mmpunyai misi untuk mencari nilai terbaik dari pemasok yang lebih sedikit dan lebih baik. Beberapa perusahaan multinasional bahkan telah mengangkatnya ke tingkat “departemen pasokan stratejik” dengan tanggung jawab atas pemanfaatan sumber global dan permitraan.
v     Orientasi Pembelian. Focus pembelian bersifat jangka pendek dan sangat taktis. Para pembeli diberi imbalan karena kemampuannya mendapatkan harga paling rendah dari pemasok atas level mutu dan ketersediaa tertentu.
v     Orientasi Pengadaan. Di sini para pembeli secara serempak mengusahakan perbaikan mutu dan penurunan harga beli. Para pembeli mengembangkan hubungan kolaboratif dengan para pemasok utama dan mencari penghematan melalui perbaikan manajemen pengadaan, pengolahan bahan, dan biaya pembuangan.
v     Orientasi Manajemen Rantai Pasokan. Di sini peran pembelian diperluas menjadi operasi peningkatan nilai yang bersifat lebih strategis.

Jenis-jenis Proses Pembelian
1.      Produk Rutin. Produk-produk ini mempunyai nilai dan biaya yang rendah bagi pelanggan dan risikonya kecil (misalnya, perlengkapan kantor). Para pelanggan akan mencari harga yang paling rendah dan menekankan pada pemesanan rutin. Para pemasok akan mnawarkan untuk menstandarkan dan mengkonsolidasikan pesanan.
2.      Produk-produk berniali tinggi (leveraged prouct). Produk-produk ini mempunyai nilai dan biaya yang tinggi bagi pelanggan, tetapi risiko pasokannya kecil (misalnya, piston mesin) karena banyak perusahaan yang membuatnya.
3.      Produk-produk strategis. Produk-produk ini memiliki biaya dan nilai yang tinggi bagi pelanggan dan juga tinggi risikonya (misalnya, computer mainframe). Pelanggan akan menginginkan pemasok yang dikenal baik dan dipercaya serta ingin membayar harga lebih dari rata-rata.
4.      Produk-produk penghambat kelancaran kerja (bottleneck products). Produk-produk ini mempunyai nilai dan biaya yang rendah bagi pelanggan, tetapi memiliki sejumlah risiko (misanya, suku cadang). Pelanggan akan menginginkan pmasok yang dapat menjamin pasokan yang tidak mandek.

Organisasi dan Administrasi Pembelian
            Kebanyakan professional pembelian menggambarkan jabatan mereka kurang berhubungan dengan administrasi, lebih strategis, teknis, berorientasi tim, dan mencakup lebih banyak tanggung jawab dibandingkan sebelumnya. Dalam perusahaan multidivisi, sebagian besar pembelian dilakukan oleh divisi yang terpisah karena kebutuhan mereka berbeda-beda. Akan tetapi, beberapa perusahaan telah mulai melakukan pemusatan ulang pembelian mereka. Pada saat yang sama, perusahaan mengurangi pemusatan beberapa operasi pembelian dengan memberdayakan para pegawai untuk membeli barang-barang yang bernilai kecil.

Tahap-tahap Proses Pembelian
v     Pengenalan Masalah
Proses pemasaran dimulai saat seseorang di dalam perusahaan menyadari adanya masalah atau kebutuhan yang dapat dipenuhi dengan memproleh barang atau jasa. Pengenalan masalah tersebut dapat dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal.
v     Perumusan Kebutuhan dan Spesifikasi Produk Umum
Berikutnya, pembeli menetapka karakteristik umum dan kuantitas barang yang dibutuhkannya. Untuk produk standar, tahap itu sederhana. Untuk produk yang rumit, pembeli harus bekerja sama dengan pihak lain.
v     Pencarian Pemasok
Pada tahap ini, pembeli berusaha mengidentifikasi pemasok yang paling sesuai. Pembeli dapat meneliti daftar perusahaan, melakukan pencairan dengan computer, menelpon perusahaan lain untuk mendapatkan rekomendasi, memerhatikan iklan dagang, dan menghadiri pemeran dagang. Pemasar bisnis juga menempatkan produk, harga, dan informasi lain pada internet.  
v     Permintaan Pengajuan Proposal
Pembeli akan mengundang pemasok yang memenuhi syarat supaya mengajukan proposal. Jika produk yang bersangkutan rumit atau mahal. Pembeli akan menuntut proposal tertulis yang rinci dari tiap-tiap pemasok yang memenuhi syarat. Setelah mengevaluasi proposal tersebut, pembeli akan menghapus beberapa pemasok dan mengundang pemasok yang tersisa untuk melakukan preentasi resmi. Para pemasar bisnis harus ahli dalam melakukan riset, menulis, dan menyajikan proposal riset.proposal tertulis tersebut harus menjadi dokumen pemasaran yang menggambarkan nilai dan manfaat bagi pelanggan.
v     Pemilihan Pemasok
Sebelum memilih pemasok, pusat pembelian akan membuat spesifikasi sejumlah atribut pemasok yang diinginkan dan menetapkan tingkat kepentingan relative atribut tersebut. Pusat pmbelian kemudian menilai pemasok berdasarkan atribut-atribut itu dan mengindentifikasi pemasok yang paling menarik. Pemasar bisnis juga perlu melakukan tugas yang lebih baik untuk memahami cara para pembeli bisnis membuat penilaian.
v     Spesifikasi Rutinitas Pesanan
Setelah memilih para pemasok, pembeli tersebut merundingkan pesanan akhir, merinci spesifikasi teknis, jumlah yang dibutuhkan, waktu penyerahan yang diharapkan, kebijakan pengembalian, garansi, dan seterusnya. Banyak pembeli industri menyewa peralatan berat seperti mesindan truk. Penyewa mendapatkan sejumlah keuntungan, yaitu menghemat modal, mendapatkan produk terbaru, mendapatkan layanan yang lebih baik, dan beberapa keutungan pajak. Sementara pemberi sewa sering memperoleh pendapatan bersih lebih besar dan peluang untuk melakukan penjualan kepada pelanggan yang tidak bisa mendapatkan pembelian yang palsu.  
v     Kaji Ulang Kinerja
Pembeli secara periodic mengkaji ulang kinerja pemasok (para pemasok) yang dipilih. Ada tiga metode yang biasa digunakan. Pembeli tersebut menghubungi pemakai akhir dan menanyakan evaluasi mereka, pembeli tersebut dapat memeringkat pemaok berdasarkan beberapa criteria dengan menggunakan meode nilai tertimbang atau pembeli dapat menjumlahkan biaya kinerja pemasok yang buruk untuk menghasilkan penyesuaian biaya pembelian, termasuk harga. Kaji ulang kinerja dapat menyebabkan pembelian meneruskan, memodifikasi, atau menghentikan hubungannya dengan pemasok tersebut.       


0 komentar:

Poskan Komentar