Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Selasa, 14 Juni 2011

BANGGA BERBAHASA INDONESIA


BAB I

Horison : Bangga Berbahasa Indonesia

Setelah mempelajari materi kesatu ini diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kepribadian dengan cara menguasai perkembangan dan ragam Bahasa Indonesia.


  1. PENGANTAR

Sesuai dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian, diharapkan mata kuliah Bahasa Indonesia dapat dijadikan salah satu sarana pengembangan kepribadian mahasiswa menuju terbentuknya insane terpelajar yang mahir berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia yang santun. Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai sejarah bangsanya. Mahasiswa yang berkepribadian yang baik adalah mahasiswa yang menghargai sejarah perkembangan bahasa Indonesia.

  1. PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL DAN BAHASA NEGARA

1.      Peranan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Berbanggalah menjadi warga Negara Indonesia karena memiliki bahasa sendiri, yaitu bahasa Indonesia yang mampu mendukung budaya bangsa, berkembang berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Terdapat dua peristiwa penting sebagai pertanda dimulainya penggunaan ragam bahasa Indonesia baru, yaitu peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dan disahkannnya Undang-Undang Dasar 1945. Ragam bahasa Indonesia baru digunakan sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sampai saat ini dengan berbagai perubahan dan perkembangan. Pada saat itu pula bahasa Indonesia ditetapkan sebagai Bahasa Nasional.

Fungsi Bahasa sebagai Bahasa Nasional yaitu

1)      lambang kebanggaan bangsa;
2)      lambang identitas bangsa;
3)      alat pemersatu;
4)      alat penghubung antardaerah.

Berbanggalah karena tidak semua bangsa di dunia  ini mempunyai bahasa nasional yang dipakai secara luas dan dijunjung tinggi. Adanya bahasa nasional yang dapat menyatukan berbagai suku bangsa yang berbeda merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sanggup mengatasi perbedaan yang ada.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa yang budaya dan bahasanya berbeda. Agar kepercayaan diri yang kuat dapat dibangun, ientitas diperlukan oleh sebuah Negara. Identitas sebuah bangsa bisa diwujudkan di antaranya melalui bahasanya. Dengan adanya sebuah bahasa yang mengatasi berbagai bahasa yang berbeda, suku-suku bangsa yang berbeda dapat mengidentikkan diri sebagai suku bangsa melalui bahasa tersebut.

Sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa yang budaya dan bahasanya berbeda, bangsa Indonesia mengalami maslah besar dalam melangsungkan kehidupannya. Perbedaan dapat memecah belah bangsa ini. Dengan adanya bahasa Indonesia yang diakui seagai bahasa nasional oleh semua suku bangsa yangada, perpecahan itu dapat dihindari karena suku-suku bangsa di Indonesia merasa satu. Kalau tidak ada bahasa Indonesia, bangsa Indonesia denagn keanekaragaman suku bangsa sakan menghadapi masalah perpecahan bangsa, terutama masalah komunikasi. Jadi berbanggalah memiliki bahasa Indonesia yang sudah berabad-abad menjadi lingua franca di wilayah Indonesia.

2.  Peranan Bahsa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai Bahasa Negara pada 18 Agustus 1945 pada Undang-Undang Dasar 1945, BAB XV, Pasal 36.

Fungsi bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara :

1)      bahasa resmi kenegaraan;
2)      bahasa pengantar dalam dunia pendidikan;
3)      alat penghubung tingkat nasional, dan
4)      alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai bahasa nnegara, bahasa Indonesia dipakai untuk kegiatan yang berhubungan dengan kenegaraan, seperti pidato-pidato resmi, dokumen dan surat-surat resmi harus ditulis dalam bahasa Indonesia.Upacara-upacara kenegaraan juga ndilangsungkan dengan bahasa Indonesia. Pemakaian bahasa Indonesia dalam acara-acara kenegaraansesuai dengan UUD 1945 mutlak diharuskan. Tidak dipakainya bahasa Indonesia dalam hal ini merupakan pelanggaran terhadap UUD 1945.

Bahasa Indonesia merupakan satu-satunya bahasa yang dapat memenuhi kebutuhan akan bahasa yang seragam dalam pendidikan di Indonesia. Pemakaian bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan bukan hanya terbatas pada bahasa pengantar, bahan-bahan ajar juga memakai bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berfungsi sebagai bahasa penghubung tingkat nasional. Untuk kepentingan pembangunan dan pemerintahan di tingkat nasional diperlukan sebuah bahasa sebagai alat perhubungan sehingga komunikasi tidak terhambat. Jika lebih dari satu bahasa yang dipakai sebagai alat perhubungan, keefektifan pembangunan dan pemerintahn akan terganggu. Bahasa Indonesia dapat mengatasi hambatan ini.

Sebagai bahasa negara bahasa Indonesia juga berfungsi sebagai alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Tanpa bahasa seperti ini, pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi akan mengalami hambatan karena proses pengembangannya akan memerlukan waktu yang lama dan hasilnya pun tidak akan tersebar secara luas. Bahasa Indonesia merupakan satu-satunya bahasa di Indonesia yang memenuhi syarat sebagai alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi karena bahasa Indonesia telah dikembangkan untuk keperluan tersebut dan bahasa ini dimengerti oleh sebagian masyarakat Indonesia.

C.    RAGAM BAHASA INDONESIA

     Bahasa Indonesia  sebagai  alat komunikasi dipakai dalam berbagai keperluan tentu tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi . Keanekaragaman penggunaan bahasa Indonesia itulah yang dinamakan ragam bahasa Indonesia.

1.       Berdasarkan waktu penggunaan .
a.       Ragam bahasa Indonesia lama
 Ragam bahasa Indonesia lama dipakai sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sampai dengan saat dicetuskannya Sumpah Pemuda. Ciri  ragam bahasa Indonesia lama masih dipengaruhi oleh bahasa Melayu . Bahasa Melayu inilah yang akhirnya menjadi bahasa Indonesia. Alasan Bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia :
1)      Bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca,
2)      Bahasa Melayu sederhana karena tidak mengenal tingkatan bahasa,
3)      Keikhlasan suku daerah lain ,dan
4)      Bahasa Melayu berfungsi sebagai kebudayaan
b.       Ragam Bahasa Indonesia  Baru
        Penggunaan ragam bahasa Indonesia baru dimulai sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda
Pada 28 oktober 1928 sampai dengan saat ini melalui pertumbuhan dan perkembangan bahasa yang beriringan dengan pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia.

2.      Berdasarkan Media
a.     Ragam Bahasa Lisan
Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
1)      Memerlukan kehadiran orang lain ;
2)      Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap;
3)      Terikat ruang dan waktu;
4)      Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara.

b.     Ragam Bahasa Tulis
Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
1)      Tidak memerlukan kehadiran orang lain;
2)      Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap;
3)      Tidak terikat ruang dan waktu;
4)      Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.
3.      Berdasarkan Situasi

a.     Ragam Bahasa Resmi
Ciri-ciri ragam bahasa resmi :
1)      Menggunakan unsur  gramatikal secara eksplisit dan konsisten;
2)      Menggunakan imbuhan secara lengkap ;
3)      Menggunakan kata ganti resmi ;
4)      Menggunakan kata baku ;
5)      Menggunakan EYD ;
6)      Menghindari unsur kedaerahan .

b.     Ragam Bahasa Tidak Resmi
Ciri-ciri ragam bahasa tidak resmi kebalikan dari ragam bahasa resmi. Ragam bahasa tidak resmi ini digunakan ketika kita berada dalam situasi yang tidak normal .

c.      Ragam Bahasa Akrab
Penggunaan kalimat-kalimat pendek merupakan cirri ragam bahasa akrab. Kalimat-kalimat pendek ini menjadi bermakna karena didukung oleh bahasa nonverbal seperti anggukan kepala , gerakan kaki dan tangan tangan,atau ekspresi wajah.

d.     Ragam Bahasa konsultasi
Ketika kita mengunjunggi seorang dokter, ragam bahasa yang kita gunakan adalah ragam bahasa resmi. Namun, dengan berjalannya waktu terjadi alih kode. Bukan bahasa resmi yang digunakan, melainkan bahasa santai. Itulah ragam bahasa konsultasi.

4.      Berdasarkan Bidang atau Tema yang sedang Dikomunikasikan
a.      Ragam bahasa ilmiah
Ciri bahasa indonesia ragam ilmiah:
1). Bahasa Indonesia ragam baku,
2). Pengunaan kalimat efektif;
3). Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda;
4). Pengunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan
      menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias;
5). Menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga
      objektivitas isi tulisan,
6). Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan
     Antaralinea.



b.      Ragam Bahasa Sastra
Berbeda dengan ragam bahasa ilmiah, ragam bahasa sastra banyak mengunakan kalimat yang tidak efektif. Pengambaran yang sejels-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna  konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra. Hal ini dilakukan agar tercipta pencitraan di dalam imajinasi pembaca.
c.       Ragam Bahasa Iklan
Bergaya bahasa hiperbola, berpersuasif, dan berkalimat menarik, ciri-ciri ragam bahasa iklan. Selain itu, ragam bahasa iklan bernada sugestif dan propogandis.
d.      Ragam Bahasa Bidang-bidang Tertentu
Ragam bahasa ini digunakan pada bidang-bidang tertentu seperti transportasi, komputer, ekonomi, hukum, dan psikologi.diagnosis, infus, dan USG adalah contoh istilah dalam bidang kedokteran. Dapatkah anda menyebutkan istilah-istilah yang khas pada bidang studi anda?
5.      Ragam Bahasa Indonesia Berdialek
            Pernahkah anda mendengar seseorang berbicara dengan menggunakan bahasa indonesia, tetapi anda akan segera mengetahui dari mana asal orang tersebut? Seseorang yang berasal dari surabaya biasanya menggunakan panggilan ”rek” pada lawan bicara, atau seseorang dari bandung biasanya akan menyisipkan kata ”mah” dan ”atuh” diatara kalimat-kalimatnya. Itulah yang dimaksud dengan ragam bahasa indonesia berdialek. Lantas, seperti apakah ragam bahasa indonesia yang sebenar-benarnya.
6.      Ragam Bahasa Indonesia Baik dan Benar
Sering kali kita mendengar slogan ”Gunakanlah bahasa indonesia dengan baik dan benar”. Apakah maksud slogan tersebut? Apakah kita harus mengunakan bahasa yang resmi dimana kita berada? Bukan itu jawabannya. Slogan itu berarti.
a.       Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaian
b.       Bahasa yang benar adalah bahsa yang menerapkan kaidah denga konsisten.

D.    FUNGSI BAHASA INDONESIA DALAM MENGEMBANGKAN  KEPRIBADIAN INDONESIA

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa kepribadian indonesia adalah kepribadian yang pancasilais, yaitu kepribadian yang religius, penuh rasa kemanusiaan, rasa persatuan, rasa demokratis, dan rasa keadilan sosial. Seluruh kepribadian ini salah satunya akan tercermin melalui cara berkomunikasi. Mahasiswa yang bekepribadian pancasilais adalah mahasiswa yang kehidupnya diwarnai oleh nilai-nilai pancasila melalui kegitan akademik, termasuk keterampilan menulis dan berbicara dalam komunikasi ilmiah.
           
Bahasa indonesia sebagai perekat bangsa selain digunakan menjadi bahasa pengantar dalam dunia pendidikan, juga mampu memerankan fungsinya sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Perkuliahan dan pertemuan ilmiah di selengaran dalam bahasa indonesia. Begitu juga, penulisan makalah, usulan penelitian, lapoaran penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi sebagai sarana pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi menggunakan bahasa indonesia. Jadi berbanggalah memiliki bahasa indonesia! Jadilah mahasiswa yang berkepribadian indonesia, yang bertanggung jawab sebagai warga negara indonesia, yang mencintai tanah air, bangsa, dan bahasa indonesia. 



































E. LEMBAR TUGAS MAHASISWA

Jawablah pertanyaan berikut ini  dengan benar!

1.      Mengapa bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia ?

Jawab :

Bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia karena :
a)      bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca;
b)      bahasa Melayu sederhana karena tidak mengenal tingkatan bahasa;
c)      keikhlasan suku daerah lain; dan
d)     bahasa Melayu berfungsi sebagai kebudayaan.

2.      Kapan bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa nasional dan negara ? Bagaimana fungsinya ?

Jawab :

Bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa nasional sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, yang memiliki fungsi sebagai berikut :
a)      lambang kebanggaan bangsa;
b)      lambing identitas bangsa;
c)      alat pemersatu;
d)     alat penghubung antardaerah.

3.      Jelaskan perbedaan antara ragam bahasa tulis dan ragam bahasa lisan !

Jawab :

No
Ciri-ciri Ragam Bahasa Tulis
Ciri-ciri Ragam Bahasa Lisan
1.
Tidak memerlukan kehadiran orang lain
Memerlukan kehadiran orang lain
2.
Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap
Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap
3.
Tidak terikat ruang dan waktu
Terikat ruang dan waktu
4.
Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.
Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara.


4.      Sebutkan ciri-ciri ragam bahasa resmi !

Jawab :

a.       menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten;
b.      menggunakan imbuhan secara lengkap;
c.       menggunakan kata ganti resmi;
d.      menggunakan kata baku;
e.       menggunakan EYD;
f.       menghindari unsur kedaerahan.
5.      Bagaimanakah ciri-ciri ragam bahasa ilmiah ?

Jawab :

a.       bahasa Indonesia ragam baku;
b.      penggunaan kalimat efektif;
c.       menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda ;
d.      penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna luas;
e.       menghindari penonjolan pesona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan;
f.       adanya keselarasan dan keruntuhan antar proposisi dan antar alinea. 

6.      Bagaimanakah lafal baku bahasa Indonesia ?

Jawab :






7.      Apa maksud slogan “ Gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar! “?

Jawab :

Maksud dari slogan tersebut adalah :

a.       Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi penakainannya.
b.      Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.

8.      Buatlah diskusi kecil yang membahas soal-soal tersebut diatas. Ingatlah, gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar !

Jawab :



0 komentar:

Poskan Komentar