Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Rabu, 15 Juni 2011

METODE PENGAJARAN

  1. PENGAJARAM MONTESSORI DI RUMAH:

Kesempatan mendidik anak merupakan pengalaman yang menantang dan menyenangkan. Peluang ini memungkinkan anda mengetahui langkah-langkah progresif mereka dalam belajar, mengamati mereka berkembang mejadi individu yang bertanggung jawab dan mampu berpikir mandiri, dan menetapkan suatu hubungan yang kokoh yang akan berlanjut semasa hidupnya. Dengan hati-hati Hainstock menekankan bahwa materi-materi pengajaran hanya boleh disajikan sesuai dengan minat khusus dan aktivitas spontan anak sendiri bukan sebagai satu sarana mencapai prestasi-pretasi akadeis tertentu yang telah ditetntukan sebelumnya, seperti dalam sistem pengajaran tradisional. Hal terpenting yang harus selalu diingat bahwa orangtua adalah guru pertama, model peran, simbol rasa asan , dan sumber untuk mendapatkan kasih sayang dan pendidikan yang tulus bagi anaknya. Ketika mendidik anak, ingatlah bahwa dia memiliki kemampuan-kemmpuan: tugas anda adalah membangkitkan kemampuan ini. Selalulah berada selangkah didepan anak anda, sehingga secara naluri anda bisa merasakan kebutuhan-kebutuhannya dan mengetahui seberapa pelajaran bisa diteruskan. Bertindaklah dengan tenang dan penuh keyakinan diri terhadap apa yang sedang anda lakukan, dan ini akan tercermin dalam perasaan-perasaan anak terhadap pelajaran dan keinginannya untuk terus maju. Setiap anak adalah seorang individu yang unik dan akan berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri. Penerapan yang diberikan untuk usia pra-sekolah dari dua-sampai lima tahun, anak-anak dalam kelompok usia ini dapat dididik secara baik dan efektif dalam suatu lingkungan rumah dan dalam banyak kasus, mereka bisa belajar lebih banyak dengan cara ini dari pada yang mereka pelajari dalam situasi seolah pada tahun-tahun formatif dan sensitif ini. Pengalaman Montessori yang sebenarnya bahwa anak yang lebih tua bisa belajar dengan mudah dan penuh semangat sedangkan anak yang lebih kecil, dengan perintah-perintah latihn yang lebih sederhana, mendapat tidak sedikit prestasi belajar yang menggagumkan dengan cara meniru (imitsi) dan mengamati (osmosis). Menanamkan dalam jiwa anak suatu rasa penemuan dan kesadaran, bukan hanya sekedar pendidikan di permukaan saja. Ingatlah bahwa setiap kecakapan yang berhasil dipelajari merupakan sebuah balok bangunan yang akan memperkuat proses pembelajaran berikutnya. Jika ini bisa dilakukan pada tahun-tahu awal, maka ini akan tetap bertahan dalam diri sepanjang pengalaman-pengalaman sekolah dan kehidupannya.









  1. MARIA MONTESSORI : METODENYA

Maria Montessori yakin bahwa pendidikan dimulai sejak bayi lahir, dan bahwa tahun-tahun pertama kehidupan anak, yang merupakan masa-masa sangat formatif, paling penting baik secara fisik maupun mental. Bahkan bayi yang masih kecil pun harus dikenalkan pada orang-orang dan suara-suara, diajak bercanda dan diajak bercakap-cakap kalau dia ingin bisa berkembang menjadi anak normal yang bahagia. Seorang bayi mempunyai pikiran yang aktif, yang tidak hanya  secara pasif menunggu instruksi dari orang dewasa, dan bisa menjadi apatis jika selalu ditinggal sendirian. Melalui proses-proses belajar yang normal dan secara bertahap, pola-pola perilaku ditetapkan dan kekuatan-kekuatan pikiran orang dewasa secara perlahan ditumbuhkan. Jika para orangtua menyadari periode-periode ini, banyak yang bisa dikerjakan untuk membantu anak pada saat yang tepat. Amatilah anak dan perhatikan setiap periode sensitifnya masing-masing. Kemudian manfaatkan periode-periode sensitif ini untuk membantu mereka memahami dan menguasai lingkungannya. Semua anak berkembang pada masa yang berbeda.

PERIODE-PERIODDE SENSITIF

Lahir-3 tahun :            pikiran dapat menyerap
            pengalaman-pengalaman sensoris
1 ½-3 tahun :               perkembangan bahasa
1 ½-4 tahun :               koordinasi dan perkembangan otot
                                    Minat pada benda-benda kecil
2-4 tahun :                   peneguhan gerakan
                                    Minat pada kebenaran dan realitas
                        Menyadari urutan dalam waktu dan ruang
2 ½-6 tahun:                peneguhan sensoris
3-6 tahun :                   rawan pengaruh orang dewasa
3 ½-4 ½-tahun :           menulis
4- 4 ½-tahun :              kepekaan indera
4 ½-5 ½-tahun :           membaca
     












Penemun anak Montessori merupakan kebangkitan murni dalam meningkatan pendidikan periode-periode awal. Dia mengatakan pikiran anak sebagai ”obsorbent mind” (piiran dapat menyerap) karena kemampunnya yang besar dalam belajar dan berasimilasi secara terus-menerus dan tanpa sadar dari dunia yang mengeliinginya. Karena keyakinannya bahwa anak menyerap pelajaran dari lingkungan fisik di mana dia tinggal. Pendidikan seharusnya tidak dibebankan kepada anak : dengan lingkungan belajar yang kundusif memungkinkan anak bereaksi secara bebas dan mengembangkan dirinya. Maka, Montessori merasa bahwa harus ada rasa kebebasan dalam lingkungan yang telah dipersiapkan tersebut untuk pengembangan fisik, mental,  dan pertumbuhan spiritualnya.
Anak-anak kecil sangat tergantung pada tangan, dan materi-materi pengajarannya untuk belajar melalui gerakan, karena gerakanlah yang mengawali kerja intelek. Ruang kelas Motessori yang sebenarnya adalah yang diatur secara fungsional bagi anak, yang memungkinkan anak bekerja, bergerak secar bebas. Ruangannya sendiri dan semua peralatan di dalamnya disesuaikan denngan ukuran anak. Menyadari bahwa rasa estetika anak berkembang ada tahun-tahun ini. Maria Montessori menekankan pentingnya keindahan  di dalam ruang belajar. Materi-materi yang digunakan oleh Dr. Montessori dalam ruang-ruang kelas ini membangkitkan minat belajar anak, dan mereka diajar untuk mencintai belajar demi belajar itu sendiri. Metode pengajaran dibagi menjadi tiga bagian: pendidikan motorik, sensorik, dan bahasa. Penekanan utamanya ditempatkan melalui perkembangan lima indera. Metode Montesssori mengembangkan keperibadian anak secara keseluruhan. Aktivitas-aktivitas batinnya ditumbuhkan dan dilindungi, dan diajarkan kebebasan dalam kerangka organisasi. Montessori merasa bahwa dia telah menghasilkan suatu kontribusi ke arah pengembangan sifat baik anak dengan cara menghilangkan gangguan –ganguan yang merupakan sumber kenakalan, kekerasan dan pemberontakan. Belajar untuk belajar merupakan suatu kecakapan yang bisa di ajarkan, ketika anak masih kecil jika mereka diinginkan menjadi individu yang cerdas dan berpikir kreatif dalam masa kehidupannya nanti.


  1. PENTINGNYA TAHUN-TAHUN AWAL

Sering sekali tahun-tahun formatif (pembentukan keperibadian) yang sangat penting ini, dari lahir sampai usia enam tahun, diabaikan dengan begitu oleh para orangtua maupun guru-guru yang mengganggap bahwa anak masih terlalu kecil untuk belajar. Karakter anak dibentuk melalui aktivitas dan belajar selama periode dari tiga sampai enam tahun. Belajar harus menyenangkan dan menjadi sumber minat yang konstan bagi anak, seperti halnya bagi orang dewasa. Perlu juga diingat bahwa anak belajar banyak dengan cara meniru orang dewasa dan anak-anak lainnya. Dengan cara inilah mereka belajar kebiasaan-kebiasaan yang baik dan yang buruk. Anak belajar, atau gagal belajar, segala sesuatu sesuai dengan sikap anda terhadap sesuatu tersebut. Dengan memberi teladan atas segala hal yang bermanfaat bagi anak akan jauh lebih efektif dari pada penjelasan panjang lebar yang tidak ada artinya.




  1. MEMPERSIAPKAN SEKOLAH RUMAH ANDA

Penting untuk memiliki sebuah ruang khusus bagi peralatan sekolah rumah anda dan ruang khusus untuk melangsungkan sekolah. Anak anda akan menjadi mampu tergantuang pada keteraturan susunan peralatan dan mengetahui di mana setiap matri belajar bisa ditemukan. Peralatan utama sekolah Montessori, dan barang-barang pengganti yang akan kita gunakan, semuanya mempunyai semacam ”kontrol kesalahan”, yang memungkinkan agar anak mengajari dirinya sendiri dan melihat serta memperbaiki  kesalahanny sendiri. Menurut Montessori, sangat penting dalam belajar di rumah untuk mengajari anak memanfaatkan lingkungan rumahnya sendiri.



  1. LINGKUNGAN YANG TELAH DIPERSIAPKAN UNTUK SEKOLAH DI RUMAH

Sekolah-sekolah Montessori mempunyai suatu lingkungan yang telah ipersiapkan ,(prepared anvironment) dimana segala sesuatunya telah disesuaikan dengan ukuran anak; begitu juga sekolah rumah anak harus disesuaikan dengan kebutuhan-kebuuhan anak.

Dalam mengatur ”lingkungan yang telah dipersiapkan sekolah rumah seharusnya mencangkup:
  • Sebuah meja dan kursi yang sesuai dengan ukuran anak, dan  ringan sehingga anak dapat membawanya dengan mudah.
  • Sebuah lemari atau rak yang cukup rendah, yang memungkinka anak dapat mengambil semua benda di sana.
  • Sebuah taplak yang dilapisi cat (dengan ukuran setinggi meja) yang digunakan bila belajar dengan sesuatu yang mungkin bisa tumpah atau membekas pada meja tersebut.
  • Peralatan kebersihan berukuran anak untuk latihan hidup-praktis.
  • Gantungan pakaia ang rendah.
  • Laci yan rendah untuk menyimpan baju yang sering digunakan.    



      










DAFTAR RUJUKAN

Hainstock, Elizabeth G. (2002). Montessori untuk Pra-sekolah. PT. Pustaka Delapratasa.

http://kongkoh.blogspot.com/2009/11/metode-montessori.html

0 komentar:

Poskan Komentar