Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Selasa, 14 Juni 2011

ALKOHOL

BAB I
PENDAHULUAN

Alkohol, bukan hal asing bagi kita. Kita pun sering mendengar berbagai istilahnya, semisal alkhohol pembersih luka, ada yang 90% ada yang 70%, juga kita kenal minuman beralkohol. Bahkan, makanan yang mengandung pun tak kalah banyak. Tape, baik dari singkong maupun dari beras ketan, makin lama terasa “keras” dan pahit, itu karena mengandung alkohol.

Alkohol adalah zat penekan susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil mungkin mempunyai efek stimulasi ringan bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi madu, gula sari buah atau umbi umbian. Nama yang populer : minuman keras (miras), kamput, tomi (topi miring), cap tikus , balo dll.Minuman beralkohol mempunyai kadar yang berbeda-beda, misalnya bir dan soda alkohol ( 1-7% alkohol), anggur (10-15% alkohol) dan minuman keras yang biasa disebut dengan spirit (35 – 55% alkohol). Konsentrasi alkohol dalam darah dicapai dalam 30 – 90 menitsetelah diminum.

Pertanyaannya, apakah semua alkohol sama? Sehingga kita bisa membuat minuman beralkohol hanya dengan mencampurkan sirup atau yang lain dengan alkohol yang kita beli untuk pembersih luka? Alkohol yang sering kita jumpai sebenarnya senyawa etanol dengan rumusan molekul C2H5OH. Sifat khas senyawa itu memang bisa memengaruhi susunan syaraf pusat, sehingga kalau diminum dalam jumlah banyak akan membuat kita tak sadar/mabuk, bahkan bisa menyebabkan kematian. Bila kita meminum dalam jumlah sedikit akan memperlambat reaksi dan koordinasi anggota tubuh.
Data di Amerika Serikat menunjukkan 50% kecelakaan lalu lintas yang fatal disebabkan oleh pengemudi mabuk. Alkohol juga bisa digunakan sebagai antiseptik dan pengawet. Karena itu, alkohol bisa memabukkan dan bisa membersihkan luka. Tapi tak berarti alkohol yang kita beli untuk pembersih luka itu sama dengan alkohol yang terkandung dalam minuman atau tape. Karena alkohol pembersih luka dengan kadar 70% ataupun 90% merupakan alkohol yang terdenaturasi. Artinya, sudah dicampur dengan bahan lain yang sangat beracun bagi tubuh, yaitu metanol (CH3OH) atau benzena (C6H6).

Bahan campuran itu tak bisa dipisahkan kembali. Metanol merupakan senyawa yang bisa menyebabkan kebutaan dan kelumpuhan bila terminum atau terhirup. Benzena dalam kasus ringan bisa menyebabkan kekurangan eritrosit dan leukosit, dalam kasus berat bisa menimbulkan rasa mual bahkan kematian karena kegagalan fungsi jantung atau pernapasan. Karena itu, walaupun kita kenal dengan nama yang sama, yaitu alkohol, fungsi dan pengaruhnya sangat berbeda dalam tubuh.













BAB II
ISI

A.       DEFINISI ALKOHOL
Ø   Definsi Secara Umum
Alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Alkohol mempunyai rumus umum R-OH. Strukturnya serupa dengan air, tetapi satu hidrogennya diganti dengan satu gugus alkil. Gugus fungsi alkohol adalah gugus hidroksil, -O. Alkohol tersusun dari unsur C, H, dan O. Struktur alkohol : R-OH primer, sekunder dan tersier.
Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain alcohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi.
Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.
Alkohol merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia
Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %.

Ø   Struktur

Gugus fungsional alkohol adalah gugus hidroksil yang terikat pada karbon hibridisasi sp3. Ada tiga jenis utama alkohol - 'primer', 'sekunder, dan 'tersier'. Nama-nama ini merujuk pada jumlah karbon yang terikat pada karbon C-OH. Etanol dan metanol adalah alkohol primer. Alkohol sekunder yang paling sederhana adalah propan-2-ol, dan alkohol tersier sederhana adalah 2-metilpropan-2-ol.

Rumus kimia umum

Rumus kimia umum alkohol adalah CnH2n+1OH'

Ø   Nama-Nama Untuk Alkohol

Ada dua cara menamai alkohol: nama trivia dan nama IUPAC.
Nama trivia biasanya dibentuk dengan mengambil nama gugus alkil, lalu menambahkan kata alkohol. Contohnya, "metil alkohol" atau "etil alkohol".
Nama IUPAC dibentuk dengan mengambil nama rantai alkananya, menghapus "a" terakhir, dan menambah ol. Contohnya, "metanol" dan "etanol". Pada senyawa yang lebih kompleks, misalnya golongan steroid, maka gugus -OH diberi nama hidroksi. Contoh: "3-Hidroksi..."
Nama umum untuk alkohol diturunkan dari gugus alkol yang melekat  pada –OH dan kemudian ditambahkan kata alkohol. Dalam sisitem IUAPAC, akhiran-ol menunjukkan adanya gugus hidroksil. Contoh-contoh berikut menggambarkan contoh-contoh penggunaan kaidah IUPAC (Nama umum dinyatakan dalam tanda kurung).

Ø   Metanol dan Etanol

Dua alkohol paling sederhana adalah metanol dan etanol (nama umumnya metil alkohol dan etil alkohol) yang strukturnya sebagai berikut:
     H           H H
     |           | |
   H-C-O-H     H-C-C-O-H
     |           | |
     H           H H                                        metanol      etanol
Dalam peristilahan umum, "alkohol" biasanya adalah etanol atau grain alcohol. Etanol dapat dibuat dari fermentasi buah atau gandum dengan ragi. Etanol sangat umum digunakan, dan telah dibuat oleh manusia selama ribuan tahun. Etanol adalah salah satu obat rekreasi (obat yang digunakan untuk bersenang-senang) yang paling tua dan paling banyak digunakan di dunia. Dengan meminum alkohol cukup banyak, orang bisa mabuk. Semua alkohol bersifat toksik (beracun), tetapi etanol tidak terlalu beracun karena tubuh dapat menguraikannya dengan cepat.

Ø   Alkohol Umum

Alkohol digunakan secara luas dalam industri dan sains sebagai pereaksi, pelarut, dan bahan bakar. Ada lagi alkohol yang digunakan secara bebas, yaitu yang dikenal di masyarakat sebagai spirtus. Awalnya alkohol digunakan secara bebas sebagai bahan bakar. Namun untuk mencegah penyalahgunaannya untuk makanan atau minuman, maka alkohol tersebut didenaturasi. denaturated alcohol disebut juga methylated spirit, karena itulah maka alkohol tersebut dikenal dengan nama spirtus.
Ø   Jenis-Jenis Alkohol
Alkohol dapat dibagi kedalam beberapa kelompok tergantung pada bagaimana posisi gugus -OH dalam rantai atom-atom karbonnya. Masing-masing kelompok alkohol ini juga memiliki beberapa perbedaan kimiawi.
Alkohol Primer
Pada alkohol primer(1°), atom karbon yang membawa gugus -OH hanya terikat pada satu gugus alkil.
Ada pengecualian untuk metanol, CH3OH, dimana metanol ini dianggap sebagai sebuah alkohol primer meskipun tidak ada gugus alkil yang terikat pada atom karbon yang membawa gugus -OH.
Alkohol sekunder
Pada alkohol sekunder (2°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan dua gugus alkil, kedua gugus alkil ini bisa sama atau berbeda.



Alkohol tersier
Pada alkohol tersier (3°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan tiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari alkil yang sama atau berbeda.
Ø   Sifat-Sifat Fisik Alkohol
Titik Didih :
·         Titik didih sebuah alkohol selalu jauh lebih tinggi dibanding alkana yang memiliki jumlah atom karbon sama.
·         Titik didih alkohol meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah atom karbon.
Pola-pola titik didih mencerminkan pola-pola gaya tarik antar-molekul.
Sifat fisika alkohol :
-  TD alkohol > TD alkena dengan jumlah unsur C yang sama (etanol = 78oC, etena = -88,6oC)
- Umumnya membentuk ikatan hidrogen
- Berat jenis alkohol > BJ alkena
- Alkohol rantai pendek (metanol, etanol) larut dalam air (=polar)


Struktur Alkohol : R – OH
R-CH2-OH               (R)2CH-OH                     (R)3C-OH
Primer                      sekunder                          tersier
Pembuatan alkohol :
-         Oksi mercurasi – demercurasi
-         Hidroborasi – oksidasi
-         Sintesis Grignard
-         Hidrolisis alkil halida
Penggunaan alkohol :
-         Metanol : pelarut, antifreeze radiator mobil, sintesis formaldehid, metilamina, metilklorida, metilsalisilat, dll
-         Etanol : minuman beralkohol, larutan 70 % sebagai antiseptik, sebagai pengawet, dan sintesis eter, koloroform, dan lain-lain.
Ø   Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen terjadi antara molekul-molekul dimana sebuah atom hidrogen terikat pada salah satu dari unsur yang sangat elektronegatif – fluorin, oksigen atau nitrogen.
Untuk alkohol, terdapat ikatan hidrogen antara atom-atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dengan pasangan elektron bebas pada oksigen dalam molekul-molekul lain. Atom-atom hidrogen sedikit bermuatan positif karena elektron-elektron ikatan tertarik menjauh dari hidrogen menuju ke atom-atom oksigen yang sangat elektronegatif.
Pada alkana, satu-satunya gaya antar-molekul yang ada adalah gaya dispersi van der Waals. Ikatan-ikatan hidrogen jauh lebih kuat dibanding gaya-gaya tersebut sehingga dibutuhkan lebih banyak energi untuk memisahkan molekul-molekul alkohol dibanding untuk memisahkan molekul-molekul alkana. Inilah sebab utama mengapa titik didih alkohol lebih tinggi dari alkana.
Ø      Pengaruh Gaya Van Der Waals
Pengaruh terhadap titik didih alkohol:
Ikatan hidrogen bukan satu-satunya gaya antar-molekul dalam alkohol. Dalam alkohol ditemukan juga gaya-gaya dispersi van der Waals dan interaksi dipol-dipol. Ikatan hidrogen dan interaksi dipol-dipol hampir sama untuk semua alkohol, tapi gaya dispersi akan meningkat apabila alkohol menjadi lebih besar.
Gaya-gaya tarik ini menjadi lebih kuat jika molekul lebih panjang dan memiliki lebih banyak elektron. Ini meningkatkan besarnya dipol-dipol temporer yang terbentuk. Inilah yang menjadi penyebab mengapa titik didih meningkat apabila jumlah atom karbon dalam rantai meningkat. Diperlukan lebih banyak energi untuk menghilangkan gaya-gaya dispersi, sehingga titik didih meningkat.
Pengaruh terhadap perbandingan antara alkana dan alkohol:
Bahkan jika tidak ada ikatan hidrogen atau interaksi dipol-dipol, titik didih alkohol tetap lebih tinggi dibanding alkana sebanding yang memiliki jumlah atom karbon sama.
Bandingkan antara etana dan etanol:
Etanol memiliki molekul yang lebih panjang, dan oksigen yang terdapat dalam molekulnya memberikan 8 elektron tambahan. Struktur yang lebih panjang dan adanya atom oksigen akan meningkatkan besarnya gaya dispersi van der Waals, demikian juga titik didihnya.
Jika kita hendak membuat perbandingan yang cermat untuk mengamati efek ikatan hidrogen terhadap titik didih, maka akan lebih baik jika kita membandingkan etanol dengan propana bukan dengan etana. Propana memiliki panjang molekul yang kurang lebih sama dengan etanol, dan jumlah elektronnya tepat sama.
B.          KELARUTAN ALKOHOL DALAM AIR
Alkohol-alkohol yang kecil larut sempurna dalam air. Bagaimanapun perbandingan volume yang kita buat, campurannya akan tetap menjadi satu larutan. Akan tetapi, kelarutan berkurang seiring dengan bertambahnya panjang rantai hidrokarbon dalam alkohol. Apabila atom karbonnya mencapai empat atau lebih, penurunan kelarutannya sangat jelas terlihat, dan campuran kemungkinan tidak menyatu.
Ø      Kelarutan Alkohol-Alkohol Kecil Di Dalam Air
Perhatikan etanol sebagai sebuah alkohol kecil sederhana. Pada etanol murni dan air murni yang akan dicampur, gaya tarik antar-molekul utama yang ada adalah ikatan hidrogen.
Untuk bisa mencampur kedua larutan ini, ikatan hidrogen antara molekul-molekul air dan ikatan hidrogen antara molekul-molekul etanol harus diputus. Pemutusan ikatan hidrogen ini memerlukan energi. Akan tetapi, jika molekul-molekul telah bercampur, ikatan-ikatan hidrogen yang baru akan terbentuk antara molekul air dengan molekul etanol.
Energi yang dilepaskan pada saat ikatan-ikatan hidrogen yang baru ini terbentuk kurang lebih dapat mengimbangi energi yang diperlukan untuk memutus ikatan-ikatan sebelumnya. Disamping itu, gangguan dalam sistem mengalami peningkatan, yakni entropi meningkat. Ini merupakan faktor lain yang menentukan apakah penyatuan larutan akan terjadi atau tidak.
Ø      Kelarutan Yang Lebih Rendah Dari Molekul-Molekul Yang Lebih Besar
Bayangkan apa yang akan terjadi jika ada, katakanlah, 5 atom karbon dalam masing-masing molekul alkohol. Rantai-rantai hidrokarbon menekan diantara molekul-molekul air sehingga memutus ikatan-ikatan hidrogen antara molekul-molekul air tersebut.
Ujung -OH dari molekul alkohol bisa membentuk ikatan-ikatan hidrogen baru dengan molekul-molekul air, tetapi "ekor-ekor" hidrogen tidak membentuk ikatan-ikatan hidrogen. Ini berarti bahwa cukup banyak ikatan hidrogen awal yang putus tidak diganti oleh ikatan hidrogen yang baru.
Yang menggantikan ikatan-ikatan hidrogen awal tersebut adalah gaya-gaya dispersi van der Waals antara air dan "ekor-ekor" hidrokarbon. Gaya-gaya tarik ini jauh lebih lemah. Itu berarti bahwa energi yang terbentuk kembali tidak cukup untuk mengimbangi ikatan-ikatan hidrogen yang telah terputus. Walaupun terjadi peningkatan entropi, proses pelarutan tetap kecil kemungkinannya untuk berlangsung. Apabila panjang alkohol meningkat, maka situasi ini semakin buruk, dan kelarutan akan semakin berkurang.
C.         FERMENTASI ALKOHOL

Fermnetasi alkohol menggunakan subtrat molase 20%, inokulum yang digunakan adalah S. Cerevisiae; Z moblis dan isolat NB 2 merupakan isolat dari pabrik alkohol tradisional, Medium disterilkan dalam autoklaf 121o C dan diinokulasi mikrobia 20% diinkubasi sampai 6 hari. Sampling dilakukan setiap hari untuk mengukur kadar gula reduksi dengan reagen DNS menggunakan metode spktrofotometer, PH.

D.       DESTILASI ALKOHOL
Hasil fermentasi alkohol sebanyak 100 mL didestilasi selama 3 jam menggunakan labu didih 100 mL kemudian produksi alkohol ditampung untuk digunakan analisis kemurnian alkohol menggunakan kromatografi gas (GC) dan analisis struktur molekulnya menggunakan (GC-MS).

E.     OKSIDASI ALKOHOL

Ø         Oksidasi Jenis-Jenis Alkohol (Primer, Sekunder dan Tersier)
Agen pengoksidasi yang digunakan pada reaksi-reaksi ini biasanya adalah sebuah larutan natrium atau kalium dikromat(V)) yang diasamkan dengan asam sulfat encer. Jika oksidasi terjadi, larutan orange yang mengandung ion-ion dikromat(VI) direduksi menjadi sebuah larutan hijau yang mengandung ion-ion kromium(III).


Alkohol Primer
Alkohol primer bisa dioksidasi baik menjadi aldehid maupun asam karboksilat tergantung pada kondisi-kondisi reaksi. Untuk pembentukan asam karboksisat, alkohol pertama-tama dioksidasi menjadi sebuah aldehid yang selanjutnya dioksidasi lebih lanjut menjadi asam.
Oksidasi parsial menjadi aldehid
Oksidasi alkohol akan menghasilkan aldehid jika digunakan alkohol yang berlebihan, dan aldehid bisa dipisahkan melalui distilasi sesaat setelah terbentuk. Alkohol yang berlebih berarti bahwa tidak ada agen pengoksidasi yang cukup untuk melakukan tahap oksidasi kedua. Pemisahan aldehid sesegera mungkin setelah terbentuk berarti bahwa tidak tinggal menunggu untuk dioksidasi kembali. Jika digunakan etanol sebagai sebuah alkohol primer sederhana, maka akan dihasilkan aldehid etanal, CH3CHO.
Persamaan lengkap untuk reaksi ini agak rumit, dan kita perlu memahami tentang persamaan setengah-reaksi untuk menyelesaikannya. Dalam kimia organik, versi-versi sederhana dari reaksi ini sering digunakan dengan berfokus pada apa yang terjadi terhadap zat-zat organik yang terbentuk. Untuk melakukan ini, oksigen dari sebuah agen pengoksidasi dinyatakan sebagai [O]. Penulisan ini dapat menghasilkan persamaan reaksi yang lebih sederhana. Penulisan ini juga dapat membantu dalam mengingat apa yang terjadi selama reaksi berlangsung. Kita bisa membuat sebuah struktur sederhana yang menunjukkan hubungan antara alkohol primer dengan aldehid yang terbentuk.


Oksidasi sempurna menjadi asam karboksilat
Untuk melangsungkan oksidasi sempurna, kita perlu menggunakan agen pengoksidasi yang berlebih dan memastikan agar aldehid yang terbentuk pada saat produk setengah-jalan tetap berada dalam campuran. Alkohol dipanaskan dibawah refluks dengan agen pengoksidasi berlebih. Jika reaksi telah selesai, asam karboksilat bisa dipisahkan dengan distilasi.
Alkohol Sekunder
Alkohol sekunder dioksidasi menjadi keton. Sebagai contoh, jika alkohol sekunder, propan-2-ol, dipanaskan dengan larutan natrium atau kalium dikromat(VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer, maka akan terbentuk propanon. Perubahan-perubahan pada kondisi reaksi tidak akan dapat merubah produk yang terbentuk.
Dengan menggunakan persamaan reaksi yang sederhana, yang menunjukkan hubungan antara struktur. Jika anda melihat kembali tahap kedua reaksi alkohol primer, anda akan melihat bahwa ada sebuah atom oksigen yang "disisipkan" antara atom karbon dan atom hidrogen dalam gugus aldehid untuk menghasilkan asam karboksilat. Untuk alkohol sekunder, tidak ada atom hidrogen semacam ini, sehingga reaksi berlangsung lebih cepat.
Alkohol Tersier
Alkohol-alkohol tersier tidak dapat dioksidasi oleh natrium atau kalium dikromat(VI). Bahkan tidak ada reaksi yang terjadi. Jika anda memperhatikan apa yang terjadi dengan alkohol primer dan sekunder, anda akan melibat bahwa agen pengoksidasi melepaskan hidrogen dari gugus -OH, dan sebuah atom hidrogen dari atom karbon terikat pada gugus -OH. Alkohol tersier tidak memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada atom karbon tersebut. Anda perlu melepaskan kedua atom hidrogen khusus tersebut untuk membentuk ikatan rangkap C=O.
F.         PENGGUNAAN REAKSI-REAKSI OKSIDASI ALKOHOL
( Sebagai Sebuah Reaksi Uji Untuk Jenis-Jenis Alkohol )
Ø      Melakukan reaksi uji
Pertama-tama anda harus memastikan bahwa larutan yang akan anda uji benar-benar adalah alkohol dengan cara menguji keberadaan gugus -OH di dalam larutan. Anda juga perlu menentukan bahwa cairan tersebut adalah cairan netral, bebas dari air sehingga bereaksi dengan fosfor(V) klorida menghasilkan asap-asap hidrogen klorida yang mengandung air.
Selanjutnya anda akan menambahkan beberapa tetes alkohol ke dalam sebuah tabung uji yang mengandung larutan kalium dikromat(VI) yang telah diasamkan dengan asam sulfat encer. Tabung tersebut akan dipanaskan di sebuah penangas air panas.
Ø      Hasil Untuk Masing-Masing Jenis Alkohol
Alkohol tersier
Untuk alkohol primer atau sekunder, warna orange larutan akan berubah menjadi hijau. Sedangkan untuk alkohol tersier tidak ada perubahan warna.


Membedakan alkohol primer dan alkohol sekunder
Anda memerlukan cukup aldehid (melalui oksidasi alkohol primer) atau keton (melalui oksidasi alkohol sekunder) untuk bisa membedakan antara alkohol primer dan alkohol sekunder. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh aldehid sedangkan keton tidak dapat melakukannya. Antara lain reaksi dengan pereaksi Tollens, laruan Fehling dan larutan Benedict, dan lain-lain yang akan dibahas di halaman lain.
Menurut pengalaman, uji-uji ini sedikit sulit dilakukan dan hasilnya tidak selamanya jelas seperti yang disebutkan dalam literatur. Sebuah uji yang jauh lebih sederhana namun cukup terpercaya adalah dengan menggunakan pereaksi Schiff
Pereaksi Schiff merupakan sebuah zat warna Fuchsin yang berubah warna jika sulfur oksida dilewatkan kedalamnya. Jika terdapat sedikit aldehid, warnanya akan berubah mejadi merah keungu-unguan yang terang. Akan tetapi, pereaksi ini harus digunakan dalam keadaan dingin, karena keton bisa bereaksi dengan pereaksi ini sangat lambat menghasilkan warna yang sama. Jika dipanaskan, maka reaksi dengan keton akan lebih cepat, sehingga berpotensi memberikan hasil yang membingungkan.
Sambil anda memanaskan campuran reaksi dalam penangas air panas, anda bisa melewatkan uap yang dihasilkan melalui beberapa pereaksi Schiff.
·         Jika pereaksi Schiff cepat berubah warna menjadi merah keungu-unguan, maka dihasilkan aldeih dari sebuah alkohol primer.
·         Jika tidak ada perubahan warna dalam pereaksi Schiff, atau hanya sedikit warna pink yang terbentuk dalam beberapa menit, maka tidak dihasilkan aldehid, sehingga tidak ada alkohol primer.
Karena terjadi perubahan warna pada larutan kalium dikromat(VI) yang bersifat asam, maka harus terdapat lakohol sekunder.
Anda harus memeriksa hasil uji sesegera mungkin setelah larutan kalium dikromat(VI) berubah menjadi hijau – jika anda membiarkannya terlalu lama, maka pereaksi Schiff bisa berubah warna kembali (untuk alkohol sekunder).

G.       PEMBUATAN ALKOHOL DALAM SKALA PRODUKSI

Halaman ini menjelaskan tentang pembuatan alkohol dalam skala produksi dengan metode hidrasi langsung alkana, dengan sebagian besar berfokus pada hidrasi etena untuk membuat etanol. Selanjutnya, metode ini dibandingkan dengan pembuatan etanol melalui proses fermentasi.
Ø      Memproduksi Alkohol Dari Alkena
Pembuatan etanol dari etena dalam skala produksi
Etanol dibuat dalam skala produksi dengan mereaksikan etena dengan uap. Katalis yang digunakan adalah silikon dioksida padat yang dilapisi dengan asam fosfat(V). Reaksi yang terjadi dapat balik (reversibel).  Hanya 5% dari etena yang diubah menjadi etanol pada setiap kali pemasukan ke dalam reaktor. Dengan mengeluarkan etanol dari campuran kesetimbangan dan mendaur-ulang etena, maka pengubahan etena menjadi etanol secara keseluruhan dapat mencapai 95%.
Pembuatan alkohol-alkohol lain dari alkena dalam skala produksi
Beberapa alkohol lain (meski tidak semua) bisa dibuat dengan reaksi-reaksi yang serupa. Katalis yang digunakan dan kondisi-kondisi reaksi akan berbeda-beda dari alkohol yang satu ke alkohol yang lain. Pada pembahasan tingkat dasar ini, kondisi-kondisi yang perlu diketahui adalah kondisi-kondisi yang diberikan untuk pembuatan etanol di atas.
Alasan mengapa ada sebuah masalah yang ditemukan pada beberapa alkohol dapat ditunjukkan dalam pembuatan alkohol dari propena,CH3CH=CH2. Hasil yang diperoleh bisa berupa propan-1-ol atau propan-2-ol tergantung pada bagaimana molekul air diadisi ke ikatan rangkap. Akan tetapi, pada kenyataannya, hasil yang diperoleh adalah propan-2-ol.
Jika sebuah molekul H-X diadisi ke sebuah ikatan rangkap C=C, maka atom H hampir selalu terikat pada atom karbon yang memiliki paling banyak atom hidrogen terikat padanya – untuk contoh di atas atom H terikat pada CH2 bukan pada CH. Pengaruh yang ditimbulkan oleh kecenderungan ini yakni ada beberapa alkohol yang tidak mungkin dibuat dengan cara mereaksikan alkena dengan uap karena adisi akan terjadi dengan arah yang berlawanan dari yang diperkirakan.
Ø      Membuat Etanol Melalui Fermentasi
Metode ini hanya berlaku bagi etanol. Alkohol selain etanol tidak bisa dibuat dengan cara ini.
Proses :
Bahan baku untuk proses ini sangat bervariasi, tapi biasanya adalah beberapa bentuk material tanaman yang mengandung pati (starch) seperti jagung, gandum, beras atau kentang.
Pati (Starch) merupakan sebuah karbohidrat kompleks, dan karbohidrat yang lain juga bisa digunakan – misalnya, sukrosa (gula) biasanya digunakan untuk membuat etanol. Dalam skala industri, sukrosa tidak mungkin bisa digunakan sebagai bahan baku. Penghalusan glukosa memerlukan waktu yang lama jika hanya untuk digunakan dalam fermentasi. Meski demikian tidak ada salahnya untuk menjadikan gula tebu asli sebagai bahan baku dalam proses fermentasi.
Tahap pertama dalam proses fermentasi adalah penguraian karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat yang lebih sederhana. Sebagai contoh, jika bahan baku yang digunakanan adalah pati dalam biji-bijian seperti gandum atau beras, maka bahan baku ini dipanaskan dengan air panas untuk mengekstrak pati dan selanjutnya dipanaskan dengan malat. Malat adalah beras berkecambah yang mengandung enzim yang dapat menguraikan pati menjadi karbohidrat yang lebih sederhana, yang disebut sebagai maltosa, C12H22O11.
Maltosa memiliki rumus molekul yang sama seperti sukrosa tetapi mengandung dua unit glukosa yang saling mengikat, sedangkan sukrosa mengandung satu unit glukosa dan satu unit fruktosa. Ragi kemudian dimasukkan dan campuran dibiarkan hangat (sekitar 35°C) selama beberapa hari sampai fermentasi berlangsung sempurna. Udara tidak dibiarkan masuk ke dalam campuran untuk mencegah terjadinya oksidasi etanol yang dihasilkan menjadi asam etanoat (asam cuka).
Enzim-enzim dalam ragi pertama-tama mengubah karbohidrat seperti maltosa atau sukrosa menjadi karbohidrat yang lebih sederhana seperti glukosa dan fruktosa, keduanya C6H12O6, dan kemudian mengubah karbohidrat sederhana tersebut menjadi etanol dan karbon dioksida.
Perubahan ini bisa ditunjukkan sebagai persamaan-persamaan reaksi kimia sederhana, meski aspek biokimia dari reaksi-reaksi ini jauh lebih rumit.  Ragi dimatikan oleh etanol dengan konsentrasi berlebih sekiar 15%, dan ini membatasi kemurnian etanol yang bisa dihasilkan. Etanol dipisahkan dari campuran dengan metode distilasi fraksional untuk menghasilkan 96% etanol murni. Secara teori, 4% air yang terakhir tersisa tidak bisa dihilangkan dengan metode distilasi fraksional.
Ø      Perbandingan Metode Fermentasi Dengan Hidrasi Langsung Etena

Fermentasi
Hidrasi etena
Jenis proses
Proses berkelompok. Semua bahan dimasukkan ke dalam sebuah wadah dan kemudian dibiarkan sampai fermentasi selesai. Kumpulan bahan ini kemudian dikeluarkan dan sebuah reaksi baru dilangsungkan. Proses ini tidak efisien.
Proses aliran kontinyu. Aliran pereaksi dilewatkan secara terus menerus diatas sebuah katalis. Cara ini lebih efisien.
Laju reaksi
Sangat lambat.
Sangat cepat.
Kualitas produk
Menghasilkan etanol yang sangat tidak murni dan memerlukan pengolahan lebih lanjut
Menghasilkan etanol yang jauh lebih murni.
Kondisi-kondisi reaksi
Menggunakan suhu dan tekanan udara yang sedang.
Menggunakan suhu dan tekanan tinggi, sehingga memerlukan banyak input energi.
Penggunaan bahan baku
Menggunakan bahan baku yang terbaharukan dari material tanaman.
Menggunakan bahan baku terbatas dari minyak mentah.

H.       KANDUNGAN ALKOHOL

Beberapa jenis minuman dan kandungan alkoholnya :
-  Beer                         :  2 – 8 %
-  Dry wine                   :  8 – 14 %
-  Vermouth                 :  18 – 20 %
-  Cocktail wine            :  20 – 21 %
-  Cordial                     :  25 – 40 %
-  Spirits                      :  40 – 50 %
Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:
Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%
Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%
Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%
Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya :
Bir,Green Sand 1% - 5%
Martini, Wine (Anggur) 5% - 20%
Whisky, Brandy 20% -55% .
Beberapa Jenis Minuman Yang Mengandung Alkohol :
Anggur,Bourbon,Brendi,Brugal,Caipirinha,Chianti,Jägermeister,Mirin,Prosecco,Rum Sake,Sampanye,Shōchū ,Tuak ,Vodka.

I.      KEGUNAAN ALKOHOL

Ø      Alkohol Memang Tak Berguna

Sering munculnya pemberitaan tentang tata-niaga "miras" (minuman keras) setidaknya merupakan indikasi bahwa minuman beralkohol banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Padahal sudah sering terungkap bahwa miras hanya akan membuat mabuk peminumnya. Namun anehnya justru semakin banyak pecandunya. Mungkin oleh kalangan tertentu mabuk-mabukan justru dianggap sebagai sarana untuk unjuk "kegagahan" atau kejantanan. Namun, apakah ada "manfaat" dari kebiasaan minum alkohol ?

Ethanol atau yang lebih dikenal luas sebagai alkohol merupakan salah satu contoh dari senyawa non-esensial yang dikonsumsi oleh manusia. Makanan yang kita konsumsi bukanlah sekedar kombinasi zat hidrat arang, lemak, protein, vitamin dan mineral saja, tetapi ada ribuan senyawa lain yang terkandung dalam makanan dan masuk ke tubuh kita, meskipun kadarnya sangat rendah. Senyawa-senyawa inilah yang dikenal sebagai senyawa non-esensial.

Pada kasus alkohol, meskipun tubuh dapat mempergunakan sekitar 7 kalori per dari setiap gram alkohol yang dikonsumsi, tetapi sebenarnya kalori dapat diperoleh dari banyak bahan lain yang lebih berguna. Pada kenyataannya tidak ada satupun proses biokimiawi tubuh yang membutuhkan alkohol (Eat for Life, 1992, Woteki & Thomas). Demikian pula halnya dengan senyawa-senyawa cafein yang terdapat dalam kopi, tea dan minuman ringan (termasuk minuman berlabel kesehatan yang sedang trendy saat ini).

Minuman beralkohol telah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan panjang peradaban manusia. Bangsa mesir kuno percaya bahwa bouza, sejenis bir, merupakan penemuan Dewi Osiris dan merupakan makanan sekaligus minuman. Anggur juga ditemukan oleh bangsa Mesir kuno dan dipergunakan untuk perayaan atau upacara keagamaan dan sekaligus sebagai obat. Dalam perkembangan selanjutnya, anggur dianggap sebagai minuman kaum ningrat (aristocrat) dan bir adalah minuman rakyat jelata (masses). Di negeri kita juga banyak dijumpai produk minuman tradisonal yang mengandung alkohol seperti tuak, ciu dan lain-lain.

Setelah melalui perjalanan sejarah yang amat panjang, barulah pada paruh pertengahan abad 18 pada dokter di Inggris menemukan adanya efek buruk alkohol terhadap kesehatan. Penemuan ini akhirnya melahirkan suatu peraturan yang disebut sebagai Gin Act (1751).

Meskipun belum ada standar yang diterima secara umum tentang tingkat keamanan konsumsi minuman beralkohol, namun secara sederhana peminum alkohol dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok (Eat for Life, 1992, Woteki & Thomas). Kelompok pertama adalah "peminum ringan" (light drinker) yaitu mereka yang mengkonsumsi antara 0,28 s/d 5,9 gram atau ekuivalen dengan minum 1 botol bir atu kurang. Kelompok kedua adalah "peminum menengah" (moderate drinker). Kelompok ini mengkonsumsi antara 6,2 s/d 27,7 gram alkohol atau setara dengan 1 s/d 4 botol bir per hari. Kelompok terakhir adalah "peminum berat" (heavy drinker) yang mengkonsumsi lebih dari 28 gram alkohol per hari atau lebih dari 4 botol bir sehari.

Indikator terbaik untuk efek minuman beralkohol adalah kandungan alkohol dalam darah. Indikator ini sering dipergunakan oleh para polisi lalu-lintas di beberapa negara untuk "menilang" para sopir yang mabuk. Ketika kandungan alkohol darah mencapai 5% (5 bagian alkohol per 100 bagian cairan darah) maka si peminum akan mengalami sensasi positif, seperti persaan relaks dan kegembiraan (euphoria). Namun kandungan di atas 5%, si peminum akan merasa tidak enak dan secara bertahap akan kehilangan kendali bicara, keseimbangan dan emosi. Maka tak heran jika para pelaku pemerasan sering mendatangi korban dalam keadaan "setengah mabuk" ini karena ia menjadi lebih "berani" gara-gara sudah "kehilangan" emosi.
Ø      Kegunaan Etanol
Minuman
"Alkohol" yang terdapat dalam minuman beralkohol adalah etanol.
Spirit (minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam skala industri
Etanol biasanya dijual sebagai spirit (minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam skala industri yang sebenarnya merupakan sebuah etanol yang telah ditambahkan sedikit metanol dan kemungkinan beberapa zat warna. Metanol beracun, sehingga spirit bermetil dalam skala industri tidak cocok untuk diminum. Penjualan dalam bentuk spirit dapat menghindari pajak tinggi yang dikenakan untuk minuman beralkohol (khususnya di Inggris).
·         Sebagai bahan bakar
Etanol dapat dibakar untuk menghasilkan karbon dioksida dan air serta bisa digunakan sebagai bahan bakar baik sendiri maupun dicampur dengan petrol (bensin). "Gasohol" adalah sebuah petrol / campuran etanol yang mengandung sekitar 10 – 20% etanol. Karena etanol bisa dihasilkan melalui fermentasi, maka alkohol bisa menjadi sebuah cara yang bermanfaat bagi negara-negara yang tidak memiliki industri minyak untuk mengurangi import petrol mereka.

Sebagai pelarut
Etanol banyak digunakan sebagai sebuah pelarut. Etanol relatif aman, dan bisa digunakan untuk melarutkan berbagai senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air. Sebagai contoh, etanol digunakan pada berbagai parfum dan kosmetik.
Ø      Kegunaan Metanol
Sebagai bahan bakar
Metanol jika dibakar akan menghasilkan karbon dioksida dan air. Metanol bisa digunakan sebagai sebuah aditif petrol untuk meningkatkan pembakaran, atau kegunaannya sebagai sebuah bahan bakar independen (sekarang sementara diteliti).
Sebagai sebuah stok industri
Kebanyakan metanol digunakan untuk membuat senyawa-senyawa lain – seperti metanal (formaldehida), asam etanoat, dan metil ester dari berbagai asam. Kebanyakan dari senyawa-senyawa selanjutnya diubah menjadi produk.
Kegunaan propan-2-ol
Propan-2-ol banyak digunakan pada berbagai situasi yang berbeda sebagai sebuah pelarut.



J.      PENGARUH  ALKOHOL

Ø     Pengaruh Alkohol Secara Umum
Alkohol murni tidaklah dikonsumsi manusia.  Yang sering dikonsumsi  adalah minuman yang mengandung bahan sejenis alkohol, biasanya adalah ethyl alcohol atau ethanol (CH3CH2OH ).  Bahan ini dihasilkan dari proses fermentasi gula yang dikandung  dari malt dan beberapa buah-buahan seperti hop, anggur dan sebagainya.
Bahaya alkohol secara langsung antara lain : bicara cadel, jalan limbung, mata dan muka merah, mudah marah, dan tersinggung, bicara melantur dan kehilangan konsentrasi.
Bahaya alkohol dalam jangka waktu tertentu antara lain : mempengaruhi kerja tubuh dan pikiran, mengganggu pertumbuhan tubuh, menambah kondisi stres, memperlambat aktivitas, dapat mengubah emosi, menekan fungsi otak, merusak pankreas dan sistem saraf tanpa disertai rasa sakit, melahirkan bayi autis atau abnormal bagi wanita hamil, meracuni janin, merusak jantung, memicu kanker payudara, mengurangi kesuburan dan tekanan darah tinggi.
Penyebab seseorang menjadi pecandu alkohol tidak di ketahui pasti. ada beberapa faktor pemicu seseorang menjadi pecandu alkohol yaitu dari lingkingan keluarga, lingkungan masyarakat dan dari dalam diri sendiri.
Penggunaan alkohol (sebagai zat aditif) adalah kritis secara terus-menerus terhadap jantung. Hal ini diawali dengan berdebarnya detak jantung dan sampai pada tahapan berikutnya, sakit; penurunan stamina tubuh pada kerja pompa darah, kemudian pembengkakan jantung, munculnya dis-fungsi jantung. Dan informasi yang diperoleh dari percobaan terhadap sejumlah anjing menguatkan data kami ini, dimana kami telah memberi makan 7 anjing tersebut secara paralel 5 kebutuhan anjing tersebut akan energi panas melalui alkohol selama 18 bulan. Maka, terjadilah dis-fungsi/penurunan yang sangat jelas pada jumlah yang terbuang dari organ perut bagian kiri, dan pada kekuatan tulang biseps. Adapun pembengkakan pada organ perut dan inflamasi ataupun perubahan pada keduanya, maka hal itu tidak terjadi, dan terjadinya penurunan potassium dengan adanya catatan pada biseps jantung anjing (64, dimana sebelumnya 72).
Berdasarkan hal tersebut, pengunaan alkohol dengan dosis apapun dan dalam kondisi apapun bukan hanya mempengaruhi aqidah saja, bahkan berdampak kepada jantung dengan dampak yang sangat berbahaya.
Selama ini dampak negatif dari konsumsi alkohol berlebih yang paling banyak diketahui orang adalah mabuk semata, dan itupun dapat hilang dengan sendirinya. Tapi ternyata efek negatif itu tidak berhenti sampai disitu saja.Tak sekedar menyebabkan mabuk, alkohol juga memiliki dampak negatif lain bagi tubuh.
Jika kandungan alkohol dalam darah dinaikkan lagi sampai 0,1 % maka si peminum akan mabuk total. Kemudian pada tingkat 0,2% beberapa orang sudah pingsan. Jika mencapi 0,3% sebagian orang akan mengalami coma, dan jika mencapai 0,4% si peminum kemungkinan besar akan tewas.
Beberapa penyakit yang diyakini berasosiasi dengan kebiasaan minum alkohol antara lain serosis hati, kanker, penyakit jantung dan syaraf. Sebagian besar kasus serosis hati (liver cirrhosis) dialami oleh peminum berat yang kronis. Sebuah studi memperkirakan bahwa konsumsi 210 gram alkohol - atau setara dengan minum sepertiga botol minuman keras (liquor) setiap hari selama 25 tahun - akan "menghasilkan" serosis hati.
Untuk kanker, terdapat bukti yang konsisten bahwa alkohol meningkatkan risiko kanker di beberapa bagian tubuh tertentu, termasuk: mulut, kerongkongan,
tenggorokan, larynx dan hati. Alkohol memicu terjadinya kanker melalui berbagai
mekanisme. Salah satunya, alkohol mengkatifkan ensim-ensim tertentu yang mampu
memproduksi senyawa penyebab kanker. Alkohol dapat pula merusak DNA,
sehingga sel akan berlipatganda (multiplying) secara tak terkendali.

Peminum minuman keras cenderung memiliki tekanan darah yang relatif lebih tinggi dibandingkan non-peminum (abstainer), demikian pula mereka lebih berisiko mengalami stroke dan serangan jantung. Peminum kronis (menahun) dapat pula mengalami berbagai gangguan syaraf mulai dari dementia (gangguan kecerdasan), bingung, kesulitan berjalan dan kehilangan memori. Diduga konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menimbulkan defisiensi thiamin - komponen vitamin B-komplek berbentuk kristal yang esensial bagi berfungsinya sistem syaraf. Jadi, sudah sewajarnya jika konsumsi alkohol yang berlebihan haruus dihindari mengingat berbagai bukti tentang efek buruk alkohol terhadap kesehatan telah banyak terkuak.

Berikut ini adalah pengaruh buruk akohol bagi kesehatan yang mungkin belum anda ketahui sebelumnya:
· Mabuk: Konsumsi alkohol yang banyak dapat membuat mabuk dan menyebabkan korban mengalami sakit kepala, mual, muntah serta nyeri pada bagian tubuh tertentu.
· Berat badan naik: Karena pada umumnya minuman beralkohol memiliki kadar kalori dan gula yang tinggi.
· Tekanan darah tinggi: Alkohol merupakan pemicu tekanan darah.

· Sistem kekebalan tubuh menurun: Dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka tubuh anda akan mudah terserang infeksi.
· Kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan & gangguan hati: Semakin sering dan semakin banyak jumlah alkohol yang anda konsumsi, semakin besar pula resiko anda terjangkit kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan dan gangguan pada organ hati.
Mengonsumsi minuman beralkohol itu boleh-boleh saja, apalagi saat berkumpul dengan teman dan relasi. Tapi anda harus ingat: semua ada batasannya. Sayangilah tubuh anda.
Keadaan yang dapat timbul pada pemakai alkohol :
a.  Keracunan alkohol : bila di pakai dalam jumlah banyak, maka akan terjadi penyimpangan prilaku  ( tidak bisa mengendalikan diri ) sperti agresif, mengoceh tidak karu-karuan. Sedangkan pada fisik, wajah merah, jalan sempoyongan, setengah sadar.
b.  Ketagihan atau penasaran “merasa ada yang kurang” karena tidak ada alkohol

Remaja dan peminum alkohol
Peminum alkohol dikalangan remaja biasanya oleh pengaruh kawan-kawanya, misalnya untuk masuk ke dalam pergaulan tersebut, atau ingin dikatakan lebih jantan.

Pengaruh alkohol pada kesehatan,antara lain :
1.   Terhadap jantung dan system peredaran darah :
Mengakibatkan kelainan pada jantung, kelainan darah dan sumsum tulang sebagai pembentuk darah.
2.   Terhadap hati :
Merusak sel hati, mengakibatkan kegagalan fungsi hati.
3.   Sistem pernapasan :
Menyebabkan radang system pernapasan.
4.   Penyakit infeksi :
Kerusakan fungsi-fungsi dan organ tubuh, serta kekurangan makan mengakibatkan tahan tubuh menurun dan mudah terinfeksi.
5.   Susunan syaraf :
Terjadinya kemunduran fungsi otak atau syaraf, mengakibatkan gangguan kecerdasan, dan ganguan gerak.

Konsumsi minuman beralkohol sebanyak dua gelas atau lebih per hari dapat meningkatkan faktor risiko aneurisma aorta abdominal pada pria. Demikian laporan para ilmuan Harvard yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology edisi April 2007.

Aneurisma aorta abdominal (AAA) terjadi ketika dinding aorta – pembuluh darah arteri terbesar dalam tubuh manusia yang mengalirkan darah ke jantung – meregang atau melemah ketika melewati abdomen (perut). Pompaan darah melalui arteri tersebut dapat menyebabkan dinding yang telah lemah menjadi melembung dan dapat pecah sehingga menyebabkan kematian pada sebagian besar pasien.

Dr. Daniel R. Wong dari Harvard School of Public Health di Boston melakukan analisa data kohort dari 39.000 pria ,termasuk 376 diantaranya yang baru didiagnosa menderita kasus AAA, pada tahun 1986 sampai 2002.


Setelah memperhitungkan berbagai faktor risikoyang lain, termasuk merokok dan tekanan darah tinggi, mereka menemukan kaitan langsung antara konsumsi alkohol dan diagnosa AAA. Hubungan tersebut bahkan lebih kuat ketika para peneliti memperoleh data konsumsi alkohol terbaru. Ketika dibandingkan dengan mereka yang tidak minum alkohol, orang yang meminum alkohol sebanyak 2 gelas (30g) per hari mempunyai risiko AAA sebanyak 21 persen lebih tinggi. Para peneliti mencatat bahwa dibandingkan dengan anggur dan bir, cairan alkohol (liquor) menunjukkan hubungan terkuat dengan AAA. Ilmuan tersebut menyatakan,”Konsumsi alkohol ringan tidak menunjukkan bahaya maupun manfaat terhadap aneurisma.”

Dr. Wong mengatakan kepada Reuters Health bahwa hasil penemuan ini harus dipandang dalam konteks manfaat konsumsi alkohol terhadap risiko penyakit kardiovaskular yang ditemukan akhir-akhir ini dan diperlukan bukti-bukti lebih lanjut untuk mengkonfirmasikan kedua penemuan yang bertolak-belakang tersebut.
Ia menambahkan,” Namun demikian, hasil penelitian ini meningkatkan kewaspadaan dan merupakan peringatan terhadap konsumsi alkohol dalam jumlah yang lebih tinggi pada pria yang mungkin telah mengalami atau mempunyai risiko aneurisma aorta.”
* Gangguan Fisik : meminum minuman beralkohol banyak, akan menimbulkan kerusakan hati, jantung, pangkreas dan peradangan lambung, otot syaraf, mengganggu metabolisme tubuh, membuat penis menjadi cacat, impoten serta gangguan seks lainnya
* Gangguan Jiwa : dapat merusak secara permanen jaringan otak sehingga menimbulkan gangguan daya ingatan, kemampuan penilaian, kemampuan belajar dan gangguan jiwa tertentu.
* Gangguan Kamtibmas: perasaan seorang tersebut mudah tersinggung dan perhatian terhadap lingkungan juga terganggu, menekan pusat pengendalian diri sehingga yang bersangkutan menjadi berani dan agresif dan bila tidak terkontrol akan menimbulkan tindakan-tindakan yang melanggar norma-norma dan sikap moral yang lebih parah lagi akan dapat menimbulkan tindakan pidana atau kriminal.
Beberapa Dampak Lain Yang Ditimbulkan Oleh Minuman Beralkohol
Penggunaan minuman beralkohol menimbulkan dampak buruk terhadap dan merusak fungsi hati, pankreas, pencernaan, otot, darah dan tekanan darah, kelenjar endokrin dan jantung
Dampak penyalahgunaan narkoba bagi pelakunya:
1. Menimbulkan gangguan kesehatan jasmani dan rohani, merusak fungsi organ vital tubuh: otak, jantung, ginjal, hati dan paru-paru samapi kepada kematian sia-sia yang tak patut ditangisi.
2. Menimbulkan biaya yang sangat besar baik untuk membeli narkoba yang harganya sangat mahal, maupun untuk biaya perawatannya yang juga sangat mahal, sehingga dapat membuat keluarga orang tua bangkrut dan menderita.
3. Menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, ketentraman keamanan masyarakat.
4. Menimbulkan kecelaan diri yang bersangkutan dan orang lain
5. Perbuatan melanggar hukum yang dapat menyeret pelakunya ke penjara.
6. Memicu tindakan tidak bermoral, tindakan kekerasan dan tindak kejahatan.
7. Menurunkan sampai membunuh semangat belajar adalah perbuatan menghancurkan masa depan.
8. Merusak keimanan dan ketakwaan, membatalkan ibadah agama karena hilangnya akal sehat.
Bagi orang tua dan keluarga:
1. Menimbulkan beban mental, emosional, dna sosial yang sangat berat
2. Menimbulkan beban biaya yang sangat tinggi yang dapat membuat bangkrutnya keluarga.
3. Menimbulkan beban penderitaan berkepanjangan dan hancurnya harapan tentang masa depan anak.
Bagi masyarkat dan bangsa:
1. Menimbulkan beban ekonomi yang tinggi bgai program pencegahan, penegeakan hukum dan perawatan serta pemulhan penderita ketergantungan narkoba
2. Menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, ketentraman, dan keamanan masyarakt.
3. Menghancurkan kualitas dan daya saing bangsa serta membunuh masa depan dan kejayaan bangsa.
4. Berkaitan dengan peningkatan tindak kejahatan termasuk kerusuhan, separatisme
dan terorisme.

Akibat Penggunaan :
Bila seseorang mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, zat tersebut. diserap oleh lambung, masuk ke aliran darah dan tersebar ke seluruh jaringan tubuh, yang mengakibatkan terganggunya semua sistem yang ada di dalam tubuh.  Besar akibat alkohol tergantung pada berbagai faktor, antara lain berat tubuh, usia, gender, dan sudah tentu frekuensi dan jumlah alkohol yang dikonsumsi.
Efek moderat :  euphoria  ( perasaan gembira dan nyaman ), lebih banyak bicara dan rasa pusing
Efek setelah minum dalam jumlah besar : banyak sekali berbicara, nausea  ( ‘neg ), muntah, sakit kepala, pusing, rasa haus, rasa lelah, disorientasi, tekanan darah menurun, refleks melambat.
Akibat Penggunaan – Jangka Panjang : KegelisahaN, Gemetar / tremor, Halusinasi, Kejang-kejang, Bila disertai dengan nutrisi yang buruk, akan merusak organ vital seperti otak dan hati. Sangat potensial menimbulkan rasa ketagihan / ketergantungan
Semakin lama penggunaan, toleransi tubuh semakin besar sehingga untuk mendapatkan
efek yang sama, semakin lama semakin besar dosisnya.
 Bila ibu yang hamil mengkonsumsi, akan mengakibatkan bayi yang memiliki resiko lebih tinggi terhadap hambatan perkembangan mental dan ketidak-normalan lainnya, serta beresiko lebih besar menjadi pecandu alkohol saat dewasanya.


Ø      Pengaruh Alkohol Terhadap Organ Tubuh

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kaiser Permanente menemukan bahwa minum minuman beralkohol (mabuk-mabukan) lebih dari tiga kali per minggu meningkatkan risiko kekambuhan kanker payudara sebesar 34%, berdasarkan penelitian yang melibatkan 1.900 wanita. Sekitar 90 persen wanita-wanita tersebut adalah konsumen minuman anggur, dan wanita yang mengkonsumsi dua gelas atau lebih dalam sehari yang paling memungkinkan menderita kekambuhan.

Dan konsumsi alkohol yang berlebihan selama jangka waktu yang panjang memiliki efek buruk pada hampir setiap organ dan sistem tubuh, yaitu :
Otak : mengkerutkan jaringan otak dan merusak sel-sel otak.
Mulut dan tenggorokan : 50% kanker di daerah ini berhubungan dengan alkohol.
Paru-paru : mengganggu protein yang mengakibatkan keluarnya cairan tubuh pada rongga paru-paru.
Jantung : meningkatkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Hati : organ utama yang terlibat dalam menetralisir alkohol, konsumsi berlebihan membuat kerja hati lebih berat dan bisa merusak hati.
Lambung : menyebabkan ekskresi asam lambung berlebihan.
Ginjal : mengganggu kemampuan ginjal untuk mengatur cairan tubuh, keseimbangan asam - basa, hormon tertentu, dan mineral.
Pankreas : mengurangi jumlah enzim pencernaan.
Usus halus dan usus besar : kerusakan sel-sel lapisan usus, mem-blok penyerapan, dan merusak nutrisi.




Ø      Pengaruh Alkohol Terhadap Otak

Makin banyak alkohol diminum seseorang, semakin kecil volume otaknya, demikian suatu laporan yang dimuat jurnal US Archives of Neurology edisi Oktober.
Volume otak berkurang seiring dengan bertambahnya usia, yang diperkirakan 1,9 persen per dekade disertai oleh peningkatan lesi area putih (white matter), demikian keterangan latar belakang laporan tersebut. Lesi merupakan perubahan patologis yang ditemukan di dalam jaringan organisme, biasanya yang rusak oleh penyakit atau trauma.

Volume otak yang lebih rendah dan lesi area putih yang lebih besar juga terjadi sejalan dengan perkembangan demensia dan gangguan berpikir, belajar, dan ingatan. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sebelumnya dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena serangan jantung karena otak menerima darah dari sistem itu. Para ahli telah memperkirakan bahwa alkohol dalam jumlah sedikit juga mungkin menipiskan kecenderungan yang berhubungan dengan usia pada volume otak.

Para ahli dari Wellesley College, Massachussett, dalam risetnya melibatkan 1.859 partisipan dengan rata-rata usia 60 tahun. Selama kurun waktu 1991- 2001, partisipan menjalani magnetic resonance imaging (MRI) dan pemeriksaan kesehatan. Partisipan juga wajib melaporkan jumlah alkohol yang mereka konsumsi per pekan, usia, pendidikan mereka, dan faktor lain.

"Kebanyakan partisipan melaporkan konsumsi alkohol dalam jumlah kecil, dan pria cenderung lebih mungkin dibanding wanita untuk menjadi peminum sedang atau berat. Ada hubungan linear negatif yang mencolok antara konsumsi alkohol dan volume total otak," ungkap penulis riset.

Meskipun pria lebih mungkin meminum alkohol, hubungan antara minum alkohol dan volume otak lebih kuat pada perempuan, kata peneliti. Itu diduga akibat faktor biologis, termasuk ukuran otak perempuan lebih kecil tapi kerentanan lebih besar terhadap dampak alkohol.

"Dampak kesehatan masyarakat dari riset ini memberi pesan yang jelas tentang bahaya yang mungkin ada akibat minum alkohol," ungkap penulis artikel tersebut. "Studi longitudinal prospektif diperlukan untuk mengonfirmasi hasil ini serta memastikan apakah ada konsekuensi fungsional yang berhubungan dengan peningkatan konsumsi alkohol," katanya. Studi itu menunjukkan bahwa tak seperti hubungan dengan penyakit jantung, konsumsi alkohol tidak memiliki dampak perlindungan pada volume otak.

Ø         Pengaruh Alkohol Bagi Paru

Penggunaan alkohol  kronik akan mengganggu  kadar protein  yang terdapat di luar jaringan  paru. Kondisi  tersebut  akan  memperpendek  fungsi  protektif  dari  antioksidan,  mempengaruhi  ketahanan sistem imun dan memicu suatu kondisi yang disebut "Alcoholic lung", dilaporkan  dari hasil penelitian  yang dipresentasikan dalam suatu konferensi  "Physiological Genomics  and  Proteomics  of  Lung  Disease". Temuan  ini  memberikan penjelasan bagaimana  alkohol  membahayakan molekul-molekul paru dan memicu terjadinya penyakit  yang  serius, seperti  pneumonia dan acute respiratory distress syndrome (ARDS).  

Dalam penelitiannya mereka yang mengkonsumsi alkohol kronik akan mengalami luka yang  akut pada epitel paru sehingga terjadi penurunan sinyal dari granulocyte-macrophage colony-stimulating  factor  (GM-CSF)  dan  penurunan  permeabilitas  dari  epitel  alveolar,  dikatakan  peneliti dari Emory University , Atlanta.  

Pengguna  alkohol  kronik  berhubungan  dengan  penyakit  hati,  namun  ternyata  bukan  hanya  hati saja  yang terpengaruh  namun banyak organ  tubuh  yang terganggu. Baru-baru ini para  ahli tersebut menemukan suatu kondisi yang disebut "alcoholic lung". Peminum alkohol lebih  memungkinkan  terkena  pneumonia  dan  dua  kali  lebih  sering  alami  ARDS  dibandingkan  dengan mereka non alkoholik, Koval mengatakan. Penderita alcoholic lung ternyata memiliki  kadar  glutation  yang  lebih  rendah.  Glutation  adalah  suatu  antioksidan  yang  membantu  melindungi paru dari stres oksidatif.  

Tim peneliti Emory mendapatkan bahwa alkohol akan mengganggu claudin, suatu kelompok  dari protein yang berperan mengatur ikatan udara dan cairan pelindung. Pelindung (Barrier)  ini akan membuat udara berada di dalam paru, sehingga menjaga darah dan mempertahankan  cairan tetap berada diluar paru. ketika protein claudin terganggu, paru akan mengalami luka  atau  robek.  Paru-paru  selalu  menarik  cairan  keluar,  namun  saat  penderita  mengalami  luka  atau  infeksi  di  paru,  kemampuan  untuk  menahan  cairan  tetap  diluar  menghilang  sehingga  akhirnya terjadi pneumonia atau ARDS.  

Para  ahli  tersebut  juga  menyebutkan  bahwa  alcoholic  lung  memiliki  lebih  sedikit  granulocyte-macrophage  colony-stimulating  factor  (GM-CSF)  reseptor  dan  memperkecil  respon sinyal GM-CSF dari sel epitel, yang merupakan pelindung dalam dari paru. GM-CSF  adalah sutu hormon yang berperan sebagai imun bagi paru. Dari hasil studi klinik ditemukan  bahwa dengan terapi GM-CSF akan menurunkan luka paru yang akut terutama pada pasien  dengan  kondisi  syok  septik.  Menurut  para  ahli,  sel  epitel  paru  tergantung  pada  GM-CSF  sehingga dapat mengikat barrier udara dan air. Mereka mengatakan bahwa barrier udara dan  air akan meningkat saat penderita alcoholic lung diterapi dengan GM-CSF.
  
Ø      Pengaruh Alkohol Terhadap Kandungan

Sudah diketahui secara luas bahwa minuman alkohol dan rokok adalah terlarang bagi ibu hamil. Diperkirakan dari 100 kelahiran ada 1 bayi yang terlahir mengalami kelainan akibat si ibu mengkonsumsi minuman alkohol pada masa kehamilan, seperti gangguan jantung bawaan, keguguran, dan bayi lahir prematur.
Lalu bagaimana pengaruh alkohol terhadap kandungan yang dikonsumsi oleh ibu hamil? Alkohol bersifat larut dalam air, maka ia akan dengan cepat diserap oleh seluruh organ tubuh yang ia lewati. Dan bagian yang terbuang hanya berkisar antara 5-15% saja melalui keringat, paru-paru dan urin. Kemudian alkohol yang terserap tadi mengalir melalui aliran darah ibu hamil dan masuk ke dalam saluran darah janin dalam kandungan. Selanjutnya bisa dibayangkan bagaimana alkohol beredar ke seluruh organ tubuh janin, terutama otak janin.
Konsumsi minuman beralkohol bagi wanita yang sedang hamil akan merusak sang jabang bayi. Penelitian yang dilakukan oleh Julie Croxfor dari Wayne State University School of Medicine di Detroit (AS) menunjukkan bahwa konsumsi itu akan berdampak pada kemampuan kognitif anak dikemudian hari.
Menurut Julie, selain masalah koginitif anak yang lahir dari seorang ibu yang mengkonsumsi minuman beralkohol saat hamil juga akan mengalami masalah dengan rendahnya perhatian dan reaksi. "Implikasi yang tepat dari anak yang dikandung oleh seorang ibu dengan konsumsi minuman beralkohol akan membuat sejumlah masalah yang sangat kompleks,' tutur Julie Croxford. "Hal yang membuat anak-anak akan mengalami tantangan yang lebih berat dalam interaksinya di sekolah.'
Hasil penelitian Julie Crocford dipublikasikan melalui `the journal Alcoholism: Clinical & Experimental Research` edisi Agustus. Studi melibatkan 337 anak yang berusia 7.5 tahun yang memiliki catatan saat dikandung. Anak-anak ini menghadapi tantangan yang besar karena proses kognitig yang sangat lambat serta bereaksi yang buruk. Empat kemampuan kognitif pada anak-anak yang diteliti ini termasuk : scanning memory jangka pendek, rotasi mental, perbandingan jumlah dan proses perbedaan.
Mattwe J Burden yang menjadi rekan penelitian ini mengatakan bahwa anak-anak ini akan mengalami pemahaman yang lemah pada proses perhitungan. Kemampuan dalam aritmatika misalnya merupakan sebuah jenis kemampuan bentuk verbal yang dipadukan dengan kemampuan kognitif. Konsumsi alkohol selama kehamilan berlangsung sudah lama diketahui banyak menyebabkan dampak buruk seperti dampak fisik dan mental. Wanita yang tetap mengkonsumsi alkohol (meski semakin hari semakin turun) selama hamil disarankan untuk mengurangi kebiasaan itu karena dampak yang terjadi pada janin sangatlah berarti
Dari beberapa penelitian terhadap sejumlah ibu hamil yang mengkonsumsi alkohol, setidaknya ada dua jenis kelainan otak yang mengancam janin, yaitu epilepsi dan sindrom alcohol atay Fetal Alcohol Syndrom (FAS).
Seorang peneliti Kanada mengungkapkan bahwa pengaruh alkohol bagi janin dalam kandungan adalah merusak perkembangan pada otak janin sehingga membuat bayi terserang kejang-kejang kelak setelah lahir. Gangguan perkembangan pada otak ini menyebabkan otak tidak mempu mengkoordinir aktifitas tubuh yang kemudian disebut epilepsi. Dari penelitian tersebut tercatat 425 orang dengan usia 2 tahun ke atas yang mengalami gangguan akibat minuman alcohol, 1%-nya positif epilepsy, 6% memiliki gejala epilepsi dan 12% pernah kejang walau hanya sekali.
Kelainan lain yang akan dialami bayi akibat pengaruh alkohol adalah FAS atau Fetal Alcohol Syndrom. FAS adalah gangguan yang paling serius akibat pengaruh alkohol pada janin. FAS adalah bentuk kelainan yang diderita bayi sejak lahir, seperti terlambat tumbuh serta ketidakmampuan dalam belajar. Kelainan ini memiliki ciri fisik yaitu berat badan lahir rendah, cenderung hiperaktif, bentuk atau ukuran kepala dan wajah yang abnormal atau anatomi tubuh yang tidak sempurna. FAS juga ditandai dengan ketidaknormalan saat bayi berkedip.

Ø      Pengaruh Alkohol Bagi Janin

KabarIndonesia - Megara, Yunani. Beberapa minggu lampau diberitakan di banyak media massa, sejumlah anak muda Bali yang minum arak meninggal dunia akibat arak oplosan. Korban-korban akibat miras dan minuman alkohol oplosan sering kali terjadi di negara kita. Juga kita sering melihat ada anak-anak yang dilahirkan dengan cacat wajah yang disebut fetal alcohol syndrome.

Prof. Zullies Ikawati Guru Besar dari Fakultas Farmasi UGM menulis sebuah buku yang berjudul Bahaya Alkohol dan Cara Mengatasi Kecanduannya. Dalam buku tersebut dia memaparkan berbagai bahaya alkohol bagi seluruh organ tubuh manusia.
Di bawah ini saya cuplikan  isi buku Bahaya Alkohol pada bagian yang menulis bahaya alkohol bagi bayi yang sedang dikandung.

Alkohol atau etanol bersifat larut dalam air sehingga akan benar-benar mencapai setiap sel setelah dikonsumsi. Alkohol yang dikonsumsi akan diserap masuk melalui saluran pernafasan. Penyerapan terjadi setelah alkohol masuk kedalam lambung dan diserap oleh usus kecil. Hanya 5-15% yang diekskresikan secara langsung melalui paru-paru, keringat dan urin. Pernah dibuktikan bagaimana cepat dan mudahnya alkohol diserap oleh tubuh manusia.

            Diadakan percobaan dalam suatu acara televisi yang disebut Braniac. Seorang melakukan sauna atau mandi uap dengan bahan air yang dicampur alkohol. Hanya dalam beberapa menit saja tubuh yang melakukan sauna sudah menyerap alkohol dengan kadar 0,5%. Alkohol mengalami metabolisme di ginjal, paru-paru dan otot, tetapi umumnya di hati, kira-kira 7 gram etanol per jam, dimana 1 gram etanol sama dengan 1 ml alkohol 100%. Timbulnya keadaan yang merugikan pada pengkonsumsi alkohol diakibatkan oleh alkohol itu sendiri ataupun hasil metabolismenya. Etanol mempunyai efek toksik pada tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Alkohol sangat mudah terdistribusi masuk ke dalam saluran darah janin melalui darah ibunya dan dapat merusak sel-sel pada janin. Sel-sel utama yang menjadi target kerusakan adalah pada otak dan medula spinalis.  Fetal alcohol syndrome (FAS) menggambarkan rentang efek alkohol terhadap janin hingga bayi yang dilahirkan mengalami kelainan fisik dan mental. Efeknya bervariasi dari ringan sampai sedang. Beberapa efek alkohol terhadap janin antara lain adalah :
  • Bentuk wajah yang ganjil. Bayi mungkin akan memiliki kepala kecil, dengan muka datar, dan mata yang hanya bisa membuka sedikit. Dan keadaan ini makin kelihatan nyata ketika anak berusia 2-3 tahun
  • Gangguan pertumbuhan. Anak yang terpapar alkohol saat masih dalam kandungan akan tumbuh lebih lambat daripada anak yang normal.
  • Masalah belajar dan perilaku. Hal ini karena alcohol juga akan mempengaruhi fungsi otak anak.
  • Cacat lahir. Selain dengan bentuk wajah ganjil, bayi mungkin akan mengalami kecacatan pada berbagai bagian tubuh
 K. KETAGIHAN ALKOHOL
Dari segi perubatan, pengambilan sedikit alkohol boleh menyembuhkan penyakit tertentu tetapi jika diambil berlebihan ia dianggap sebagai penyalahgunaan alkolhol dan boleh membawa kepada ketagihan alkohol. Ketagihan alkohol merupakan satu penyakit yang boleh memudaratkan kesihatan fizikal, tingkahlaku dan emosi peminumnya.
Ø      Kesan Fizikal
  • Merosakkan tindak balas refleks mental dan fizikal.
  • Kanser otak, lidah, mulut, esofagus, larink dan pundi kencing.
  • Merosakkan organ hati seperti sirosis, steatosis dan hepatitis.
  • Ulser dan gastritis
  • Kecederaan otak dan masalah saraf
  • Masalah jantung dan tekanan darah
  • Kekurangan zat makanan dan gangguan dalam perut
  • Kegemukan (obesiti) atau berlebihan berat badan
  • Masalah seksual
  • Kecacatan kelahiran seperti sindrom alkohol janin (FAS)


Ø      Sindrom Alkohol Janin (Feotal Alcohol Syndrome - FAS)
FAS merupakan satu gejala yang sangat serius yang boleh dicegah. Ia boleh memberi kesan buruk kepada mangsa serta keluarganya. Kanak-kanak yang menghidapi FAS akan menderita sepanjang hayatnya akibat dari kesan masalah ini. Bayi yang lahir dengan FAS akan mengalami:
  • Kekurangan berat badan.
  • Kurang tinggi
  • Kepala kecil
  • Masalah jantung
  • Kecacatan kaki-tangan serta sendi
  • Koordinasi yang lemah
  • Hilang ingatan
  • Masalah pembelajaran
Masalah-masalah lain yang akan dialami oleh mangsa ialah masalah kesihatan mental, zaman persekolahan yang terganggu, kelakuan seksual yang luarbiasa, menghadapi masalah undang-undang, masalah dadah dan alkohol serta sukar menjaga diri dan anak-anak mereka. Mereka sering menjadi kutu rayau.


Ø         Alkohol Dan Kanser
Meminum minuman keras menjadikan rawatan terhadap kanser tidak berkesan. Sebagai contoh:
  • Jika anda memerlukan pembedahan, alkohol di dalam badan akan menimbulkan masalah dengan ubat bius (anesthesia).
  • Jika anda dirawat dengan kemoterapi, dan mungkin terdapat kudis dalam mulut anda, alkohol akan menerukkan lagi keadaan.
  • Jika anda memerlukan rawatan radiasi/kemoterapi, anda perlu makan dengan betul untuk menguatkan diri anda. Meminum minuman keras boleh mengganggu tabiat makan dan membantut penyembuhan.
  • Penyalahgunaan alkohol mengganggu keupayaan anda menghadapi masalah kanser, tekanan perasaan dan emosi yang berkaitan dengannya.
Ø      Masalah Tingkah Laku Dan Tekanan Emosi
  • Alkohol boleh menyebabkan seseorang itu melakukan sesuatu di luar batas kawalannya seperti memandu terlalu laju dan amalan-amalan lain yang merbahaya..
  • Perubahan ragam atau mood seperti marah, ganas, murung dan mungkin ke peringkat ingin membunuh diri dengan pengambilan alkohol yang berlebihan.
  • Boleh mengakibatkan hilang daya ingatan dan kewarasan (paras pengambilan alkohol yang tinggi menghalang daya ingatan yang baik).
  • Membawa kepada keruntuhan rumah tangga. Kadar perceraian meningkat di kalangan penagih arak dan anak-anak mereka mengalami tekanan perasaan yang berpanjangan.
  • Penagih arak juga menghadapi penurunan prestasi kerja, masalah pergaulan dengan pekerja-pekerja lain dan majikan.
Cara menghentikan kebiasaan minum alkohol :

a.                   Hindarilah kelompok kawan-kawan yang kebiasaanya meminum alkohol.
b.         Cobalah mengalihkan kebiasaan minum alkohol dengan cara mengalihkan pada hal-hal yang positif. Contoh : Olah Raga

L.  MEWASPADAI KANDUNGAN ALKOHOL DALAM OBAT BATUK

MUI telah menfatwakan bahwa semua jenis minuman keras hukumnya haram, dan semua yang mengandung alkohol juga haram. Musim pancaroba kerap membuat seseorang gampang terserang sakit. Cuaca yang kerap berubah-ubah -- siang yang terik mendadak berganti hujan lebat -- akan berpengaruh terhadap kondisi daya tahan tubuh.

Demam, flu, serta pilek adalah keluhan yang banyak ditemui. Selain itu, tak jarang pula seseorang akan mulai merasakan rasa kurang enak di tenggorokan sehingga berujung pada sakit batuk, baik batuk kering maupun berdahak.

Para ahli kedokteran mengidentikkan batuk sebagai sebuah reaksi fisiologik yang wajar. Ini karena batuk sering dialami oleh orang per orang. Penyebabnya pun bermacam-macam. Bisa lantaran terganggunya saluran pernafasan akibat debu, atau juga karena kelebihan produksi lendir seiring sakit pilek dan demam tadi. Kini, di pasaran tersedia beraneka ragam obat batuk. Mulai dari obat batuk dari bahan kimia atau berbahan alami herbal. Pun jenisnya ada yang sirup khusus untuk anak-anak hingga orang dewasa, atau berbentuk tablet, kapsul serta serbuk.

Walaupun berbeda jenis dan bentuk obat batuk tersebut, terdapat satu kesamaan, yakni adanya bahan aktif yang berfungsi meredakan batuk. Yang membedakan yakni pada penggunaan bahan campurannya. Ditengarai salah satu bahan yang kerap dipakai khususnya dalam produk obat batuk sirup yakni alkohol.

Dalam laman halalguide disebutkan cukup banyak obat batuk sirup yang mengandung alkohol pada bahan pembuatnya. Tak hanya produsen dalam negeri, bahkan juga produk obat batuk impor. Pendeknya, penggunaan bahan alkohol pada obat batuk sirup seolah merupakan hal yang lazim.

Berdasarkan temuan, diketahui sejumlah produk merek ternama ada yang mengandung lebih dari satu persen alkohol. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Muslim terkait sejauhmana kehalalan sebuah produk bercampur alkohol yang notabene merupakan bahan haram.

Mengapa perlu ada alkohol dalam obat batuk? Pakar farmasi Drs Chilwan Pandji Apt Msc, mengungkapkan, alkohol berfungsi sebagai bahan pelarut atau untuk mencampur zat-zat aktif. Di samping itu juga alkohol adalah pengawet agar obat lebih tahan lama. Dosen teknologi industri pertanian IPB itu menemukan bahwa sejatinya alkohol dalam obat batuk tidak memiliki efektivitas terhadap proses penyembuhan batuk. Atau dengan kata lain, alkohol tidak memiliki pengaruh terhadap penurunan frekuensi batuk.

Berdasarkan kajian dr Dewi, seorang praktisi kedokteran, alkohol dalam obat batuk bisa memberikan efek ketenangan. Ini secara tidak langsung akan menurunkan tingkat frekuensi batuk. Namun persoalannya, jika terus menerus dikonsumsi dikhawatirkan dapat menimbulkan ketergantungan. Pada dasarnya, penggunaan obat yang mengandung bahan haram bisa ditoleransi pada kondisi kedaruratan. Akan tetapi, ada syarat tertentu dalam fikih Islam yakni bila dapat mengancam nyawa seseorang karena tidak ada pilihan alternatif bahan lain.

Terkait hukum halal dan haram alkohol, rapat komisi fatwa MUI pada Agustus 2000 telah memberikan keputusan tegas. Semua jenis minuman keras hukumnya haram, dan semua yang mengandung alkohol juga haram. Minuman keras sendiri berarti segala yang mengandung kadar alkohol minimal satu persen.

Pengharaman alkohol mengingat efek samping yang bisa ditimbulkannya. Menurut Chilwan Pandji, alkohol bisa meusak sel-sel baru dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Alkohol juga bisa memicu efek sorosis dalam hati yang mampu berakibat pada timbulnya penyakit hati (kuning).

Sebenarnya, konsumen Muslim tidak perlu khawatir karena saat ini sudah banyak tersedia alternatif obat batuk yang non-alkohol tapi sama efektifnya. Pemanfaatan bahan herbal atau alami dalam obat-obatan termasuk obat batuk semakin gencar sehingga sangat baik untuk dipertimbangkan. Bahan herbal ini bahkan tidak membutuhkan alkohol sebagai pelarutnya. Pun keamanan dari efek samping bahan-bahan alami tersebut cukup terjamin demikian pula kehalalannya. Sehingga, dengan banyaknya pilihan non haram ini otomatis aspek kedaruratan tadi bisa dikesampingkan dan konsumen Muslim hendaknya waspada terhadap produk yang mengandung bahan alkohol.

KESIMPULAN
Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain alcohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi.
Alkohol dengan sangat mudah bisa kita temukan di sekitar kita. Seperti minuman beralkohol yang sudah akrab dengan lingkungan tempat tinggal kita. Alkohol merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia. Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %.
Kandungan alkohol dalam bahan makanan maupun minuman berbeda-bneda. Kandungan alkohol dalam batas tertentu atau batas yang sudah ditentukan masih diperbolehkan. Namun kandungan alkohol yang berlebih yang dikonsumsi oleh tubuh itu akan menimbulkan dampak buruk bagi diri kita.
Alkohol selain memiliki fungsi positif juga memiliki fungsi negatif. Alkohol memiliki banyak pengaruh negatif, baik trhadap kesehatan, organ tubuh, otak, paru, maupun  terhadap kandungan dan janin. Seseorang yang telah ketagihan alkohol dan bila mengkonsumsi alkohol yang berlebih bisa mengakibatkan seseorang itu melakukan suatu hal di luar batas sadarnya.



1 komentar:

Unknown mengatakan...

boleh tau referensinya darimana? terimakasih :)

Poskan Komentar